| Mengapa Kami? |
| Thursday, January 10, 2013 |
| Mengapa Kami?
Produk Herbalife sudah tersebar
di 88 negara selama 30 tahun. Mungkin
sebagian dari Anda sudah pernah mendengar tentang Herbalife atau sudah pernah
membeli produknya. Jika Anda benar-benar
SERIUS untuk mendapatkan berat badan ideal ataupu ingin SERIUS menjalankan
bisnisnya, pastikan Anda berada di TEAM GROUP YANG TEPAT. Dalam memilih sponsor, pastikan sponsor yang Anda pilih berkomitmen memberikan KONSULTASI
GRATIS seumur hidup (selama Anda tergabung di group) baik itu konsultasi
tentang PROGRAM DIET maupun konsultasi terhadap
BISNIS. Saat Anda tergabung menjadi
member dari suatu group, maka Anda akan terikat kontrak dengan group tersebut
hingga Anda berhenti menjadi member selama 2 tahun berturut-turut baru
Anda bisa tergabung di group lain.
Mengapa kami adalah group
yang tepat untuk Anda?
Pertanyaan yang sama hinggap
di kepala saya saat memutuskan untuk bergabung dengan Herbalife. Saya memilih mentor langsung dengan bapak
Hadi Kuntoro, karena:
- Saya sudah tahu banyak tentang beliau sejak
saya tergabung di komunitas Tangan Di Atas dimana Pak Hadi cukup aktif di
dalamnya;
- Saya melihat
bukti nyata Pak Hadi menjadi langsing karena Herbalife;
- Saya melihat
background Pak Hadi dalam membangun bisnisnya.
Setidaknya pengalaman beliau yang pernah bekerja di Astra serta
membesarkan rajaselimut.com dan bisnis busana muslim dapat dijadikan acuan
dalam membangun bisnis herbalife (jika Anda SERIUS) untuk menekuni bisnis
Herbalife.
- Saya adalah
pembaca setia blog Pak Hadi.(http://hadikuntoro.blogspot.com)
- Pak Hadi dan mba
Amy intens sekali berkomunikasi dengan saya, memantau setiap hari progres saat
kami mengkonsumsi produk sampai kemudian kami terjun ke bisnisnya.
Oleh karena itu kami
berkomitmen :
- Jika Anda ingin konsumsi
produknya saja untuk menurunkan berat badan maupun mencapai kesehatan yang
lebih baik, maka kami akan MEMBIMBING ANDA SAMPAI MENDAPATKAN BERAT BADAN
IDEAL. Saat Anda memutuskan untuk
membeli produk dari kami, maka setiap hari akan kami memandu Anda dalam mengkonsumsi produk Herbalife baik
melalui telepon/sms/BBM/whatsapp. Jadi
Anda tidak akan kami lepas begitu saja setelah membeli produk kami. Itulah sebabnya Herbalife dipasarkan secara
MLM (lihat penjelasannya disini: Sistem MLM herbalife) semata-mata untuk
memudahkan distributor Herbalife memantau khasiat dari produk yang dijualnya. Jika dijual di toko, siapa yang akan memantau
Anda per hari saat mengkonsumsi produk.
Kepada siapa Anda harus berkonsultasi?
- Jika Anda sudah mendapatkan
khasiat dari produk Herbalife, alangkah lebih baik jika Anda bagikan ke orang
lain. Dapat pahala kan jika membantu
orang lain mendapatkan tubuh ideal serta kesehatan optimal? Cara membangun bisnis Herbalife bisa dengan
cara konvensional maupun jaringan, bisa juga gabungan keduanya. Anda pun akan dibimbing step by step dalam
membangun bisnis ini. Inshaa Allah sistem bisnisnya halal, bisa dibaca di sini.
Silahkan hubungi kami untuk
pertanyaan lebih lanjut.
MAU TURUN BERAT BADAN??? MAU LANGSING???
Silahkan email/BBM/Whatsapp ke saya di:
akulangsing@gmail.com
PIN BB 25D2C485 (Widi) atau 29F17298 (Khaerul)
08999-120-899 / 0813-8802-7272 / 0819-555-1188
whatsapp : +62-899-9120-899 atau +62-819-555-11-88
Labels: binis, Herbalife, team herbalife
|
posted by Widifayra @ 2:06 pm  |
|
|
|
| Chairul Tandjung Si Anak Singkong |
| Thursday, August 30, 2012 |
Chairul Tandjung Si Anak Singkong
Sudah lama saya ingin mengetahui latar belakang Chairul Tandjung yang namanya semakin berkibar belakangan ini seiring melejitnya nama Trans Corp sebagai perusahaaan milik pribumi (asli!!!).
Sekitar 10 tahun yang lalu saya tahu bahwa Chairul Tandjung (CT) adalah pemilik Bank Mega. Bank ini cukup fenomenal karena baru saja berdiri (tahun 1997) namun bank ini langsung dikenal masyarakat. Bandingkan dengan bank tempat saya kerja yang berdiri kalau tidak salah tahun 1990-an namun masih banyak yang masih asing dengan nama bank ini. Bank Mega juga merupakan bank 'saingan' kita dulu saat memasarkan produk.
Tidak lama setelah Bank Mega munculnya stasiun televisi baru: Trans TV. Trans TV pun langsung melejit bahkan menyaingi RCTI dan SCTV. Beberapa tahun kemudian adalagi stasin TV baru yakni Trans 7, tentunya punya CT juga. Duh siapa sih si Raja Midas ini?
Munculnya arena bermain indoor yang seperti Dufan : TRANS STUDIO di Makassar dan Bandung semakin melejitkan nama perusahaan milik CT. Apalagi kemudian CT membeli sebagian besar saham Carrefour dan menjadi pemilik koran online terkenal detik.com. Hebaaaatttt.....hebaaaaaattttt.....
Munculnya buku biography tentang CT langsung kami (saya, papi dan kakak) sambut baik, maksudnya langsung kami beli: buku Chairul Tandjung Si Anak Singkong. Dan isinya sungguh luar biasa....
 From Zero to Hero benar-benar berlaku di diri CT. Dari kemiksinan yang luar biasa bahkan nyaris tidak bisa membayar zakat Fitrah sampai menjadi sesukses sekarang. Saat ini CT tercatat memiliki kekayaan US$ 2,0 Milliar dan menjadi urutan 634 terkaya dunia versi Forbes 2012. Jumlah karyawan CT sekarang ini sebanyak 75.000 dan direncanakan menjadi 150.000. Jika dikalikan dengan jumlah anggota keluarga per karyawan, berapa banyak mulut orang yang menggantungkan 'makannya' dari seorang CT?
Sungguh saya menangis membaca penggalan kisah hidup CT:
 Banyak...banyak pelajaran yang saya dapatkan dari membaca buku ini. Banyak juga prinsip hidup dari ayahnya CT, Bapak A.G. Tandjung dalam memberikan pendidikan bagi anak-anaknya yang sangat sesuai dengan prinsip saya. Salah satunya yakni keteguhan sang ayah untuk menyekolahkan CT di sekolah yang beliau anggap terbaik saat itu yakni TK. Santa Ursula, SD dan SMP Van Lith. Sekolah Katolik yang terkenal dengan kedisplinannya. Walaupun CT berasal dari keluarga muslim taat bahkan neneknya seorang guru agama di SD negeri di Jalan Tepekong, Pasar Baru, ayahnya tetap menyekolahkan anaknya di sekolah yang terbilang jauuuh lebih mahal dibandingkan sekolah negeri. Padahal kondisi keuangan keluarga mereka yang sangat pas-pasan (bahkan untuk membayar zakat fitrah!!!). Pelajaran berharga bahwa demi masa depan anak, upayakan semaksimal mungkin memberikan pendidikan yang terbaik meskipun kita harus merogoh kocek dalam-dalam. Apapun pendidikan (formal maupun informal) yang sekiranya bisa membangkitkan potensi anak, upayakan berikan ke anak. Insya Allah keikhlasan orang tua akan mendapat ridho dari Allah SWT.
CT juga terang-terangan mengatakan bahwa pelajaran teater merupakan salah satu proses pendidikan yang benar-benar beliau pegang dalam menjalankan prinsip bisnis.
Selama ini pendidikan informal (pendidikan seni) banyak diabaikan oleh orang tua. Mereka lebih mau mengeluarkan duitnya untuk les pelajaran dibandingkan dengan les seni/olah raga. Padahal banyak ilmu seni yang diterapkan saat sudah terjun ke masyarakat entah itu menjadi pegawai atau pengusaha. Seni melatih intuisi, melatih mengendalikan diri, melatih bersosialisasi tentunya sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan.
Satu hal lagi, karena bersekolah di sekolah elit, maka teman bergaul CT adalah ANAK orang kaya. Kata 'anak' sengaja saya tuliskan huruf besar karena yang kaya bukan si anak itu tapi orang tuanya. Seorang teman CT bernama Bambang, anak pegawai Bea Cukai yang mempunyai rumah besar dan sering menjadi tempat begadang CT dan teman-temannya saat latihan teter dan Volli. Di rumah Bambang pula CT baru merasakan tidur di kasur yang empuk dan wangi, dilayani Embak, disuguhi irisan pepaya dibalur perasan jeruk nipis. Oooo begini rupaya kalau orang kaya makan pepaya, guman CT (Buku CT si Anak Singkong hal 75). Ayah Bambang yang menjadi inspirasi CT saat awal-awal memulai usaha.

Bergaul dengan orang yang lebih sukses, lebih kaya jangan menjadikan kita minder. Justru menjadi pendorong kita untuk menjadi lebih dari mereka. Mata kita menjadi terbuka dan melihat ooohhh begini enaknya jadi orang yang 'lebih'. Hal ini selalu saya terapkan ke anak saya. Kebetulan saat ini kedua anak saya bersekolah di sekolah yang teman-temannya kebanyakan ekonomi(orangtua)nya melebihi kami dan terkadang anak saya kepingin seperti mereka. Saya pun mengatakan bahwa hal ini menjadi cambuk bagi kalian untuk melebihi mereka. Sekali lagi yang kaya bukan teman-teman mu mereka tapi orang tuanya. Tidak ada yang tahu nantinya di antara anak-anak saya dan teman-temannya siapa yang lebih sukses siapa yang lebih kaya. Sekalipun kami masih mampu untuk memenuhi semua permintaan anak-anak kami, namun dengan membatasi justru membuat anak-anak akan terpacu untuk mencapainya sendiri. Bukankah keterbatasan ekonomi CT yang menjadi 'batu pengungkit' sehingga CT menjadi sesukses sekarang ini?
Saya memajibkan anak saya Falya yang sekarang duduk di bangku SMP kelas 2 untuk membaca buku ini. Baru bab-bab awal saja dia sudah terpesona dengan sepak terjang CT.
Anak-anakku... Kami orang tuamu hanya bisa berdoa dan berusaha memberikan yang terbaik bagi kalian. Pendidikan yang terbaik, sekolah informal apapun selama kalian masih sanggup membagi waktu akan kami berikan meskipun kami harus menekan budget pengeluaran untuk kebutuhan konsumtif. Kalian adalah yang utama. Belajar dari pengalaman orang lain, belajar dari pengorbanan dan usaha ibu saya dulu memberikan saya pendidikan yang terbaik di tengah keterbatasan ekonomi menjadi contoh bagi kami bahwa pendidikan adalah Investasi... Insya Allah selama masih di jalan yang benar, dari uang yang halal, Allah akan meridhoi langkah kita menuju kesuksesan. Aamiin...
Widifayra
Mau Langsing dengan Nutrisi Sehat Alami?
Just klik
Labels: anak, belajar bisnis, binis, biografi, buku Chairul Tandjung si Anak Singkong, Chairul Tandjung, CT, from zero to hero, Pendidikan, SMP Van Lith, transcorp
|
posted by Widifayra @ 8:21 am  |
|
|
|
|
|