Free Trip to Bali Bersama Sahabat Daihatsu
Alhamdulillah...liburan hari kejepit tanggal 24-27 Januari 2013
kami sekeluarga diberi kesempatan menikmati keindahan Bali. Dan yang sungguh membahagiakan, biaya
perjalanan beserta akomodasi saya dan suami ‘dibayarkan’ oleh anak pertama saya-
kakak Falya-....Alhamdulillah...makasih Kakak...
Jadi ceritanya, kakak Falya ikut lomba menulis Cerita
Sahabat yang diadakan oleh Daihatsu dalam rangka Ulang Tahun Daihatsu yang
ke-105. Tulisan dibuat dalam kartu pos,
bisa kartu pos yang dikirim fisik maupun kartu pos online. Anak saya mengirim kartu pos online. Sebanyak kurang lebih 12-15 cerita yang
dikirim oleh Falya. Cerita tentang
aktivitasnya dengan sahabatnya (maksimal sahabat 2 orang). Waktu itu saya sempat kesal juga dia
bolak-balik buka laptop untuk menulis cerita.
Bukan apa-apa karena saat itu Falya lagi persiapan untuk ke Jepang , jadi
dia harus lebih intensive lagi belajar Bahasa Jepang. Ke Jepang ini juga gratis dibiayai oleh
Hakuho Fondation. Kan ya
malu-maluin sudah dibiayai ke Jepang
gratis selama 10 hari (tanggal 18-29 Oktober 2012) dengan kemampuan bahasa Jepang yang minimal. Tapi Falya juga semangat ikut lomba Cerita
Sahabat ini karena hadiah utamanya adalah tour ke Jepang.
Sekitar seminggu setelah Falya kembali dari Jepang, Falya
menerima telepon dari Daihatsu yang mengabarkan bahwa Falya termasuk 105
Finalis dari seluruh Indonesia yang diundang untuk datang ke penjurian di Hotel
Millenium tanggal 24 November 2012. Woow... Falya girang banget
terpilih masuk Final. Bayangkan dari 14 ribu
kartu pos, Falya bisa masuk ke dalam 105 finalis. Dengan persiapan yang minim, Falya dan
seorang sahabatnya yang dia tulis dalam cerita (sahabatnya harusnya 2 orang
namun yang seorang lagi keburu pindah ke Banjarmasin) pun datang ke Hotel
Millenium untuk penjurian para Finalis.
Saya sebagai orang tuanya pun diwajibkan untuk datang mengantar. Bagi finalis yang berasal dari luar Jakarta,
diundang datang ke Jakarta bersama dengan sahabatnya dan menginap 2 malam di
Hotel Millenium. Untuk yang kategori
anak, selain datang dengan sahabatnya mereka juga berhak didampingi oleh salah
satu orang tuanya. Semuanya ditanggung
oleh pihak Daihatsu. Kami yang berasal
dari Jakarta hanya dikasih uang transport @Rp. 200rb. Tidak hanya lomba menulis cerita sahabat lho,
pihak Daihatsu juga mengadakan lomba Posyandu terbaik, Lomba Guru SMK terbaik,
Lomba Sahabat Penyu dan semua penjurian finalis dilakukan di Hotel
Millenium. Jadi semuanya sekitar 1000
orang.
Penjurian dilakukan seharian. Sempat minder juga karena peserta lain persiapannya
lebih matang, dengan kostum yang heboh pula, sementara Falya dan sahabatnya
hanya memakai seragam batik yang saya jahitkan sendiri. Mereka pun hanya 1x latihan menyanyikan lagu jingle
Sahabat Daihatsu. Metode penjurian yakni peserta dan sahabatnya dipanggil masuk
ke suatu ruangan yang ditunjuk dan di dalam ruangan mereka menyanyikan lagu
jingle Sahabat Daihatsu serta menceritakan kembali apa saja yang ditulis dalam
kartu pos yang dikirim. Kira-kira
begitulah karena orang tua tidak diperkenankan masuk. Penjurian dilakukan bergilir dan sambil menunggu peserta diberikan kesempatan mengumpulkan point dari berbagai permainan seperti yang biasa ada di arena bermain Tome Zone atau Amazone. Penjurian selesai jam 15.00 dan kami
istirahat sejenak karena selanjutnya kami akan diboyong ke Djakarta Theater
guna mengikuti acara puncak perayaan Ulang Tahun Daihatsu sekaligus pengumuman
pemenang. Dari Hotel Millenium kami
diangkut menggunakan bus dari Smiling Tour.
Saya tidak bisa menghitung berapa banyak bus yang dipakai untuk
mengangkut 1000 orang peserta.
Sebelum acara dimulai sekitar pukul 18:30, terlebih dahulu
kami disuguhi makan malam. Wuihhh makanannya
super banyak dan uenaaakkk, sampai-sampai perut ini tak kuasa makan
haha... Sambil makan terdengar
sayup-sayup suara Bunga Citra Lestari yang sedang Gladi Resik.
Jam 18:00 kami sudah bersiap-siap di depan pintu masuk. Berhubung si bungsu Khayra ingin duduk di
kursi depan, maka terpaksalah saya berdesak-desakan di depan pintu agar bisa
masuk dan merebut kursi di barisan depan.
Alhamdulillah kami masih bisa duduk di barisan ke-3.
Acara dipandu oleh Ruben Onsu dan Deswita Maharani,
sementara itu artis yang mengisi acara yakni Sheila On 7, Rio Febrian serta
BCL. Berhubung ini adalah acara Puncak
Ultah Daihatsu maka, para petinggi Astra, Daihatsu serta dealer selindo juga
hadir dan membeberkan sejarah Daihatsu beserta prestasi yang sudah ditorehkan.
Tibalah pengumunan pemenang. Falya dan sahabatnya bergandengan tangan
menunggu detik-detik diumumkan nama pemenang.
Sungguh sangat kaget kami karena nama pertama yang disebut adalah Falya
sebagai pemenang ketiga dengan hadiah Trip To Bali. Walaupun tidak menjadi juara pertama, kami
tetap bersyukur. Bahkan saat namanya
disebutkan pertama kali, Falya sampai menangis saat naik ke panggung menerima
hadiah. Juara 2 mendapat hadiah Trip to
Manado dan juara 1 mendapat hadiah Trip to Japan.
Trip to Bali akhirnya dilaksanakan pada bulan Januari dengan
pertimbangan ada libur di hari Kamis sehingga anak-anak dan orang tua yang ikut
bisa ijin tidak masuk selama 1 hari. Sebenarnya Falya hanya boleh didampingi oleh satu orang tuanya, namun
berhubung orang tua sahabatnya Falya tidak bisa mendampingi, maka digantikan
oleh suami saya sehingga jadilah Falya, Syahda (sahabat Falya), saya dan suami
berangkat ke Bali GRATIS. Anak saya
Khayra juga ikut dan biaya tournya saya bayarkan tersendiri. Lumayan juga sih bayarnya Rp.5.7 juta karena
memang hadiah Trip to Bali ini menggunakan fasilitas Hotel Bintang 5 dan juga
makanan yang mewah. Falya dan sahabatnya
pun mendapat masing-masing uang saku Rp. 500.000. Alhamdulillah...

Pesawat yang awalnya direncanakan menggunakan Garuda
akhirnya diganti dengan Lion karena kehabisan seat pesawat. Pemenang dari kota lain ada yang menggunakan
Lion dan Garuda. Karena pesawat delay
1.5 jam sehingga kami baru bisa berangkat pk.10.00. Tiba di Bali sudah jam 1 siang. Senang banget saat kami tiba, oleh panitia tour kami disambut dengan kalungan bunga adenium. Wuihhh serasa...... Setelah menitipkan koper untuk diantarkan langsung ke hotel dengan bus lain, kami langsung
menuju makan siang di Ayam Betutu. After
lunch kami langsung menuju Hard Rock Hotel untuk check in dan langsung
berkumpul kembali untuk melanjutkan trip to Garuda Wisnu Kencana. Setelah makan malam di Garuda Wisnu Kencana, kami pun
kembali ke hotel.
Keesokan harinya, Wilayah Kuta diguyur hujan deras. Alhasil saya dan Khayra yang berniat ke
pantai Kuta batal ke sana. Setelah breakfast
di Hotel, kami dengan riang gembira bergegas ke bus karena jadwal tour hari ini
adalah ke Tanjung Benoa. Alhamdulillah
cuaca di Tanjung Benoa sangat cerah. Di
sini kami diperbolehkan bermain parasailing,
jetski dan banana boat secara gratis.
Namun sayang karena angin kurang bagus arahnya, parasailing dibatalkan
dan diganti dengan donatboat. Jika ingin
bermain permainan yang lain diperbolehkan tapi dengan biaya sendiri. Saya, Khayra dan Falya sempat main flying
fish di mana kami tiduran di atas boat yang berbentuk seperti ikan, lalu
ditarik dengan speedboat. Selanjutnya di
tengah laut boat akan terbang sekitar 5 meter.
Wuihhh seruuuu....

Puas bermain (sebenarnya belum puas juga sih namun toring
harus dilanjutkan), kami melanjutkan perjalanan menuju bebek Bengil Nusa Dua
untuk makan siang. Woww... ini bebek
goreng terenak yang pernah saya makan hahaha...
Gratis lagi hihihi... Intip-intip harganya di daftar menu hhmmm Rp.120
ribu per porsi belum termasuk tax dan service.
Pantesan enak hehe...
Setelah makan siang kami menuju penangkaran penyu di
Serangan. Berhubung Daihatsu adalah
sponsor dalam upaya melestarikan penyu yang sudah langka maka sore itu kami
berkunjung ke sana. Jaraknya cukup jauh
dan macet namun karena gratis ya dinikmati saja...
Dari daerah Serangan berdasarkan jadwal tour kami langsung
menuju Jimbaran untuk makan malam. Berhubung
hari masih terang akhirnya guide tournya membawa kami ke toko oleh-oleh
Hawaii. Toko ini cukup besar dan harganya lumayan murah. Kami pun membeli beberapa oleh-oleh terutama
Falya dan Khayra yang membeli oleh-oleh untuk teman sekolah. Karena waktu untuk belanja dijatah, jadinya
kami terburu-buru membeli barang. Memang
begitulah resiko ikut tour.
Malam telah tiba dan bus segera menuju Jimbaran. Kami makan malam di Menega restoran. Ternyata oh ternyata Restoran ini sungguh
ramaaiiiiii..... Walaupun pihak tour sudah memesan untuk sekitar 55 orang,
namun tetap saja kami harus menunggu lama. Nyaris 1 jam baru makanan terhidang.
Namanya makan di JImbaran otomatis yang terkenal adalah seafood. Menu per orang buanyaakk banget yakni: 1 ikan
bakar, 2 udang bakar, 2 sate cumi, 2 kerang goreng. Sungguh kenyang kami malam itu. Saya bahkan tidak makan nasi lagi saking
penuhnya perut ini. Pulanglah kami ke hotel dalam keadaan letih tapi senang.
Jadwal hari ke-3 yakni ke Bali Zoo. Sebenanya saya malas banget ke sana, namun si
bungsu Khayra tidak mau jika saya tidak ikut.
Rencananya saya ingin main ke tempat sahabat saya di Denpasar dan juga
ke rumah sodara sepupu, namun rencana ini saya urungkan demi Khayra. Sebelum ke zoo, pagi harinya kami sempatkan jalan ke Pantai Kuta. Saking padatnya jadwal tour, Pantai Kuta yang berada di seberang hotel pun belum sempat kami kunjungi.
Karena hari masih sore, kami kembali dibawa menuju krisna
untuk membeli oleh-oleh. Nah di sini
karena sudah dekat Denpasar, saya ngabur ke rumah teman saya. Jadinya saya tidak ikut makan malam dengan
rombongan. Anak-anak saya dan suami tidak
ikut. Mereka tetap ikut rombongan. Malam itu saya diajak makan Mie Kering oleh
teman saya. Kita kan sesama perantau
dari Makassar hehe...
Hari terakhir di Bali dijadwalkan untuk belanja lagi di
Djoger. Berhubung dana sudah cekak
jadinya saya tidak belanja. Lagi pula
Djoger sungguh sesak oleh pelanggan sehingga tidka nyaman belanja. Oh ya sebelum kami check out, Khayra merengek
minta rambutnya dikepang di Kuta.
Jadilah saya nyebrang sebentar ke pantai dan mencari tukang kepang
rambut. Sebenarnya saya bisa juga sih
ngepangin tapi malas dan lama. Tukang
jepang rambut mengerjakan hanya sekitar 15 menit. Untuk itu merek mintadibayar Rp.200rb yang
kemudian saya tawar menjadi Rp.50 rb hehe...
Khayra berpose di Restoran Sunda Pawon
dengan rambut ala Rasta
Dari Djoger kami menuju restoran Sunda pawon untuk makan
siang. Sebagian dari rombongan sudah
berangkat ke airport karena jadwal penerbangan kami yang berbeda-beda. Untuk rombongan dari Jakarta, pesawat Lion JT
037 dijadwalkan take off pukul 16.00.
Sempat delay sebentar namun akhirnya berangkat juga kami menuju Jakarta. Alhamdulillah yaa.....
Good Bye Bali.... See u Next...
And ... Thanks a lot to Kakak Falya..... We're so proud of you....
Thank You Daihatsu.
Widifayra
MAU TURUN BERAT BADAN??? MAU LANGSING???
Silahkan email/BBM/Whatsapp ke saya di:
akulangsing@gmail.com
PIN BB 25D2C485 (Widi) atau 29F17298 (Khaerul)
08999-120-899 / 0813-8802-7272 / 0819-555-1188
whatsapp : +62-899-9120-899 atau +62-819-555-11-88
Labels: Liburan ke Bali, Sahabat Daihatsu, Tanjung Benoa, Trip to Bali bersama Daihatsu |
Senangnyaaaa .... terharu juga bacanya. Terus berkarya ya kakak Falya. Semoga ke JEpangnya juga sukses. Pasti Widi bangga dan bersyukur banget ya ... ^___^