FalyaNow my-Falya is... Lilypie Kids birthday PicAnd my-Khayra is...
Tulisan di blog ini hanya merupakan sharing dari saya. Tidak bermaksud menggurui siapapun. Jika bermanfaat, alhamdulillah. Jika tidak sesuai dengan pendapat Anda, saya mohon maaf dan agar dilupakan saja. Terima kasih...
MEMPERSIAPKAN DANA PENDIDIKAN ANAK
Tuesday, March 11, 2008
MEMPERSIAPKAN DANA PENDIDIKAN ANAK
Artikel ini saya tulis sebagai syarat magang di suatu lembaga, meski ga jadi juga... Daripada dah capek-capek nulis, mending dipublish aja deh...


MEMPERSIAPKAN DANA PENDIDIKAN ANAK

Mahalnya biaya pendidikan sat ini membuat setiap orangtua harus benar-benar merencanakan dan mengganggarkan dana pendidikan anak seddini mungkin, bahkan sejak anak masih dalam kandungan. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban biaya yang harus dikeluarkan saat anak memasuki usia sekolah.

Bagi semua orang, anak adalah harta yang tak terhingga nilainya. Setiap orang tua tentu saja ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Besarnya dana yang dikeluarkan untuk membiayai sekolah dan pendidikan anak lainnya jangan dianggap sebagai biaya namun itu adalh bagian dari investasi. Bukankah semua orang tua bahkan Negara ini mengharapkan setiap anak yang notabene cikal bakal pemimpin bangsa harus punya bekal pendidikan yang memadai?

Tidak dapat dipungkiri semakin tinggi pendidikan yang ingin ditempuh semakin besar investasi yang harus dikeluarkan. Dananya dari mana? Pertanyaan ini seringkali dilontarkan para orang tua terutama pada masa-masa tahun ajaran baru. Para orangtua mengeluh karena harus mengeluarkan dana extra untuk membayar sekolah, beli baju, buku, peralatan sekolah, dll. Mengapa baru terdengar dan diributkan pada saat pembayaran harus segera disetorkan? Padahal pengeluaran ini bukan merupakan pengeluaran yang insidentil karena terjadi setiap tahun sehingga harus dimasukkan dalam anggaran tahunan. Apabila semua itu telah dianggarkan dan direncanakan sejak awal tentu tidak akan membebani anggaran keluar kan?

Seringkali kita tidak menyadari bahwa untuk membeli perabot, rokok dan kebutuhan sekunder lainnya tersedia dana untuk itu. Terkadang mengganti perabot rumah tangga, membeli peralatan masak, modifikasi kendaraan dll hanya karena termakan rayuan iklan padahal sebenarnya barang-barang tersebut tidak dibutuhkan. Berbagai cara dilakukan untuk membeli barang tersebut bahkan dengan cara kredit. Mengapa dana pendidikan anak yang notabene adalah investasi tidak dipikirkan dan dimasukkan dalam kebutuhan primer?

Persiapan dana pendidikan yang sudah lama dikenal oleh orangtua kita dahulu adalah asuransi pendidikan. Dengan membeli suatu produk asuransi pendidikan akan tersedia dana yang akan dicairkan pihak asuransi saat anak memasuki TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Pembelian produk ini dapat dibayar sekaligus maupun diangsur per triwulan, 6 bulanan dan tahunan sampai jangka waktu tertentu. Sebenarnya hal ini tidak ubahnya menabung dengan pencairan tabungan dilakukan pada saat anak memasuki usia sekolah. Manfaat yang diperoleh yakni adanya asuransi yang akan menjamin tersedianya dana tersebut bila orangtua meninggal dunia.

Selain asuransi pendidikan konvensional yang telah ada, saat ini telah tersedia berbagai produk tabungan dan asuransi yang dikemas dengan apik yang ditujukan untuk persiapan dana pendidikan. Tidak hanya asuransi pendidikan namun tersedia pula tabungan pendidikan berasuransi yang akhir-akhir ini marak dipasarkan berbagai bank di tanah air.
Perusahaan asuransi pun tak mau kalah yakni memasarkan asuransi pendidikan yang dibarengi dengan investasi di money market. Pertanyaannya manakah yang terbaik, asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut marilah kita bahas kedua produk tersebut.


Asuransi Pendidikan

Seperti yang telah dijelaskan bahwa asuransi pendidikan terdiri dari asuransi pendidikan konvensional dan asuransi pendidikan plus investasi. Prinsip dasar kedua asuransi ini pada umumnya sama saja yakni bertujuan untuk menjamin tersedianya dana pendidikan anak pada saat memasuki usia sekolah. Bedanya hanya pada pengelolaan dana dari kedua asuransi tersebut.

Maraknya investasi di pasar modal yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir ini menarik perusahaan asuransi untuk mengemas produk asuransi mereka yang disertai dengan investasi di pasar modal, termasuk pada produk asuransi pendidikan. Oleh karena digabungkan dengan investasi biasanya jumlah yang harus disetorkan ke pihak asuransi lebih besar. Dana yang disetorkan tersebut selain untuk membayar premi, juga akan diputar di pasar modal dalam bentuk obligasi maupun saham melalu lembaga investment yang kerap disebut manager investasi. Return yang ditawarkan di pasar modal lebih besar dibandingkan jika ditaruh di pasar uang seperti halnya pada asuransi pendidikan konvensional. Namun return yang besar bukannya tanpa risiko. Bukankah di dunia ini berlaku high return high risk?

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih asuransi pendidikan:

  1. Pilih perusahaan asuransi yang terpercaya dan telah berpengalaman. Lebih baik lagi apabila perusahan asuransi tersebut dicover oleh perusahaan asuransi yang lebih besar yang kerap disebut reassurance.
  2. Kalkulasi premi total yang anda akan bayarkan. Bandingkan dengan benefit yang akan diterima. Biasanya semakin banyak benefit yang diterima semakin besar pula premi yang harus anda bayarkan. Asuransi pendidikan yang ditawarkan sekarang ini terkadang menggabungkan dengan paket lain antara paket rawat inap bila anda atau anak anda dirawat di rumah sakit. Bila Anda sudah mendapat cover rawat inap dari asuransi lain atau dari kantor anda anda toh tidak perlu membelinya lagi bukan? Biasanya asuransi tidak akan membayar klaim rawat inap apabila sudah dicover asuransi lain.
  3. Bandingkan besarnya dana yang dicairkan asuransi saat anak anda masuk sekolah dengan perkiraan biaya pendidikan pada saat itu. Apakah sudah mencover seluruhnya atau hanya sebagian? Jangan sampai anda sudah ‘menggantungkan’ sepenuhnya dari dana tersebut dan apabila jauh dari mencukupi tentunya Anda akan kelabakan mencari tambahan.
  4. Hitung total dana yang akan anda terima. Bandingkan dengan besarnya return yang anda terima jika permi yang akan anda bayar ke asuransi anda tabung di bank (tentunya dihitung pokok beserta bunga yang akan anda terima).
  5. Pastikan tanggal cairnya dana pendidikan tersebut. Umumnya dana pendidikan cair hanya pada saat anak masuk jenjang pendidikan baru TK, SD, SMP, SMA, PT. Saat anak anda daftar ulang untuk naik kelas, tidak ada dana yang dicairkan asuransi. Apakah anda sudah memperhitungkan hal ini?
  6. Pastikan nilai tebus yang akan anda terima apabila suatu waktu anda sangat membutuhkan dana sehingga harus membatalkan/memutus kontrak dengan asuransi. Biasanya nilai tebus yang anda terima sangat kecil + 10-20% dari dana yang telah anda setor.
  7. Apabila terjadi terjadi ‘sesuatu’ dengan anda sehingga tidak dapat meneruskan pembayaran (sakit atau meniggal dunia), apakah nilai pertanggungan yang anda dapat mencukupi untuk kelangsungan pendidikan anak anda.
  8. Pastikan kemana dana anda diputar oleh perusahaan asuransi tersebut. Di pasar uang atau pasar modal. Bila diputar di pasar modal pilihlah perusahaan asuransi yang bekerja sama dengan manajer investasi yang dapat dipercaya dan telah terdaftar di Bapepam. Memang bila dana anda diinvestasikan di pasar modal return anda lebih besar, namun ingat risiko juga besar. Untuk itu jangan tergiur dengan ilustrasi yang disampaikan agent asuransi karena itu dibuat dengan asumsi pergerakan saham maupun obligasi yang dibeli terus meningkat, padahal pada prakteknya tidak seperti itu. Sebaiknya sedikit banyak anda pelajari dahulu tentang pasar modal sehingga dalam memli produk anda buta sama sekali layaknya membeli kucing dalam karung.

Tabungan Pendidikan

Seolah tidak mau kalah, saat ini semakin banyak bank menawarkan tabungan pendidikan yang disertai dengan asuransi. Produk ini merupakan kombinasi antara tabungan dan deposito di mana nasabah wajib menabung rutin setiap bulan dengan nilai setoran bulanan yang dipilih sesuai kemampuan nasabah dalam jangka waktu tertentu. Biasanya jangka waktu yang ditawarkan 1-20 tahun dan dipilih sesuai kebutuhan nasabah. Rate yang ditawarkan juga lebih besar dari tabungan biasa, bahka terkadang menyamai rate deposito. Perbedaan mendasar dengan asuransi yakni tabungan pendidikan tidak bisa dicairkan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan anak.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih tabungan pendidikan :

  1. Tanyakan reputasi perusahaan asuransi yang mencover tabungan tersebut. Bagaimana jika perusahaan asuransi tersebut default, apakah bank akan mengalihkan ke asuransi lain sehingga kepastian dana pendidikan tetap terjamin.
  2. Beberapa bank menawarkan tabungan pendidikan berasuransi dengan premi gratis, namun ada pula yang memberikan pilihan bisa berbayar atau gratis. Biasanya tabungan pendidikan dengan premi berbayar Uang Pertanggunan yang diberikan lebih besar, kadang mencapai 400 x setoran bulanan, sementara yang gratis hanya 10x setoran bulanan. Uang Pertanggungan ini dibayarkan bila nasabah menderita cacat tetap atau meninggal dunia. Besarnya premi bervariasi antara 5-10% dari setoran bulanan.
  3. Setelah anda membuka account tabungan pendidkan, anda akan diberikan sertifikat dan polis asuransi. Pastikan seluruh perjanjian kontrak berupa nilai pertanggungan, jangka waktu, data nasabah, denda administrasi, nama penerima dana tercantum jelas di sertifikat dan/atau polis tersebut. Sebaiknya anda membaca dengan seksama klausul yang tertera di sertifikat dan polis tersebut.
  4. Pastikan nilai tebus yang akan anda terima apabila suatu waktu anda sangat membutuhkan dana sehingga harus membatalkan/memutus kontrak dengan asuransi. Biasanya nilai tebus yang anda terima adalah total dana yang telah anda setor berikut bunganya, anda hanya akan dikenakan biaya administrasi yang besarnya bervariasi antar bank.
  5. Pada umumnya bank tidak memperbolehkan nasabah menarik dana pendidikan ini sebelum jangka waktu kontrak berakhir. Bila nasabah ingin menarik dananya maka dianggap ‘break’, tutp rekening dan dikenakan biaya. Namun ada juga bank yang memperbolehkan nasabah menarik dananya dengan dikenakan biaya administrasi. Sebenarnya hal ini bertujuan agar nasabah tidak mengganggu tabungan yang dioeruntukkan untuk dana pendidikan anak sehingga dana yang telah diprediksi akan diterima dimasa datang dapat diterima untuk sesuai rencana.

Kesimpulan

Dari gambaran di atas anda dapat memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan dan budget anda. Masing-masing produk mempunyai kelebihan dan kekurangan. Berikut beberapa hal yang juga harus anda perhatikan:

  1. Dana yang telah anda siapkan melalui Asuransi pendidikan maupun tabungan pendidikan belum tentu mencukupi untuk membiayai pendidikan anak anda sehingga anda harus mempersiapkan sumber dana tambahan lainnya.
  2. Dana tersebut juga tidak bisa mencover pengeluaran bulanan untuk membiayai sekolah anak seperti buku, peralatan sekolah, seragam, kursus, study tour dan biaya tak terduga lainnya. Sebaiknya anda membuka tabungan tersendiri namun yang bisa ditarik sewaktu-waktu (likuid). Tapi ingat penarikan dana hanya untuk keperluan pendidikan anak.
  3. Dana terbesar biasanya dibutuhkan saat anak masuk Perguruan tinggi. Oleh karena ini jangka panjang anda dapat berinvestasi di produk keuangan dengan jangka waktu panjang dan dengan return yang tinggi seperti obligasi, saham, rumah, tanah. Dananya dari mana? Sumber dana bisa dari mana saja asal anda disiplin menyisihkan dari penghasilan anda, antara lain sisihkan lagi sekian persen dari gaji bulanan, THR, bonus, penghasilan dari bisnis sampingan anda. Awalnya kumpulkan dulu sampai sejumlah tertentu lalu belikan emas atau tanam di reksa dana untuk jangka menengah apabila dirasa sudah memberikan return yang cukup, belikan rumah yang prospek lalu anda kontrakkan. Dari rumah tersebut anda bisa dapat penghasilan bulanan dari hasil kontrakn dan rumah itupun nilainya semakin lama semakin tinggi dan dapat anda jual saat anak anda masuk ke Perguruan Tinggi. Ini hanyalah salah satu contoh. Semuanya tergantung dari kebutuhan, budget dan karakter anda.
  4. Apabila paket asuransi pendidikan yang ditawarkan tidak menarik bagi anda atau tidak sesuai dengan budget maupun kebutuhan anda, dapat anda siasati dengan membuka tabungan pendidikan dengan premi gratis. Sedangkan asuransi dapat anda beli jenis asuransi jiwa murni yang biasanya premi lebih murah (karena tidak ada dana yang akan kembali dan akan hangus bila tidak ada klaim) dengan uang pertanggungan lebih besar. Jadi dana pendidikan disiapkan melalui tabungan pendidikan namun jaminan kepastian dana dicover dari asuransi jiwa murni. Sama saja kan? Silahkan memilih yang terbaik bagi anda…

Labels: , ,

posted by Widifayra @ 9:56 am  
1 Comments:

Post a Comment

<< Home
 

LANGSING & SEHAT

TOKO BAJU ONLINE

TOKO BAJU ONLINE

RAHASIA RUMAH GRATIS

RAHASIA RUMAH GRATIS

KLIK DISINI RAHASIA MENDAPATKAN RUMAH GRATIS !!! GRATIS E-BOOK SENILAI Rp.200.000,- PERSEDIAAN TERBATAS !!!

BINGUNG MENGATUR KEUANGAN ANDA???

CHECK UP FINANCIAL

SOLUSINYA DISINI !!!

About Me

Widya Astuti's Profile
Widya Astuti's Facebook profile

Click My Profile Picture To See Me @ FACEBOOK

Name: Widifayra
Home: Pos Pengumben, Kb. Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
About Me: Nama saya Widya Astuti, biasanya dipanggil WIDI. FAYRA adalah gabungan nama 2 putri saya(FAlya-12 th dan khaYRA6 th). Lulusan PTN di Bogor dan pernah bekerja di salah satu Bank Swasta di Jakarta sebagai marketing kredit. Saat ini sebagai WAHM (Work At Home Mom), berbisnis untuk lebih mengembangkan potensi diri...dengan dukungan rekan-rekan yang super hebat di komunitas TDA.
Email: widifayra@yahoo.co.id
Kategori
Previous Post
Links
Bisnis
Kesehatan
Pendidikan
Comments

count webpage visits
Aku Langsing




Member of

JOIN TDA

Rekan TDA