FalyaNow my-Falya is... Lilypie Kids birthday PicAnd my-Khayra is...
Tulisan di blog ini hanya merupakan sharing dari saya. Tidak bermaksud menggurui siapapun. Jika bermanfaat, alhamdulillah. Jika tidak sesuai dengan pendapat Anda, saya mohon maaf dan agar dilupakan saja. Terima kasih...
REKSADANA, ALTERNATIF INVESTASI (II)
Monday, March 10, 2008
REKSADANA, ALTERNATIF INVESTASI (II)

Lanjut ya sharing reksadananya...

Prosedure Pembelian Unit Reksadana

  1. Datang ke kantor MI, isi form pembukaan rekening dan form pembelian unit. Sebelum memilih produk reksadana apa yang akan dibeli, Anda wajib membaca procpectus maupun bertanya langsung ke petugas marketing.
  2. Transfer dana yang akan anda investasikan ke rekening perusahaan MI pada bank custodian yang ditunjuk. Ingat, perusahaan tidak pernah menerima dana investasi secara tunai karena keseluruhan dana disimpan di bank custodian.
  3. Serahkan form transfer asli ke MI dan MI akan memberikan copy form pembelian unit.
  4. Setelah itu pulang aja..he..he.. karena bank custodian akan menerbitkan konfirmasi pembelian yang akan dikirim ke alamat nasabah maksimal t+7. Nota konfirmasi itulah yang akan jadi bukti penempatan dana Anda pada perusahaan MI, kayak buku tabungan gitu lho...

Note: Saya sendiri belum pernah datang ke perusahaan MI. Untuk penempatan dana, saya langsung transfer ke rekening MI, setelah itu form pembelian unit dan bukti transfer dikirim ke alamat Mi via tiki. Tapi sebelumnya fax dulu ya, biar bisa langsung dibukukan, paling lambat 1 hari setelah transfer. Paling lambat 7 hari kemudian nota konfirmasi sudah datang ke alamat saya. Ohya, form pembelian biasanya sudah jauh hari saya minta dikirim ke alamat saya biasanya sekali ngirim 10 form. Jadi kalau tiba2 ada dana lebih mau diinvest bisa langsung dilakukan dari rumah saja. Praktis kan? Mungkin ada yang nanya, cara kayak gini aman ga? Menurut saya tergantung perusahaan MI-nya. Pilih MI yang sudah punya nama, berpengalaman dan sudah dipercaya masyarakat. Cara seperti ini sudah saya jalani sejak tahun 2003 lho, bahkan sejak saya bermukim di Balikpapan dimana belum ada perusahaan securitas di sana jadi semuanya penempatan langsung ke Jakarta, dan aman-aman saja tuh...dana saya sudah bolak-balik keluar masuk.

Prosedure Penjualan Unit Reksadana

  1. Datang ke kantor MI lalu isi form penjualan unit.
  2. Serahkan form penjualan unit (Asli) ke petugas marketing.
  3. Udah deh, lalu pulang...
  4. Beberapa jam kemudian petugas pencairan dana akan menelpon Anda untuk konfirmasi penjualan unit Anda beserta no rekening penampung dana pencairan. Rekening penampung harus sama dengan rekening yang Anda tulis di form pencairan dan form pembukaan rekening.
  5. Bila form penjualan unit diterima sebelum jam 11 maka dana akan dicairkan hari itu juga dengan patokan NAV hari sebelumnya. Jika lewat jam 11 dana akan dicairkan keesokan harinya dengan patokan NAV pada hari sebelumnya.
  6. Dana akan masuk ke rekening Anda pada t+2 hari kerja (bila rekening Anda sama dengan Bank custodian) tapi bila berbeda biasanya dana masuk rekening t+3 hari kerja.

Note: Kalau ga mau repot, fax lalu kirim aja form penjualan unit (Asli) ke alamat perusahaan MI, dan prosedure selanjutnya sama dengan di atas.

Batas Maksimal dan minimal penempatan

Tiap-tiap MI menerapkan batas penempatan dana yang berbeda-beda. Di MI "X" tempat saya berinvestasi, ada produk yang investasi awal minimal 50 jt, ada yang 10 jt, ada yang hanya 250 rb. Investasi selanjutnya biasanya hanya 250 rb. So tanyakan saja pada MI pilihan anda atau paling gampang buka websitenya aja...

Pengalaman Saya

Saya mulai mengenal reksadana sejak saya ikut memasarkan RD melalui kantor saya. Saya pun ikut menempatkan dana saya melalui bank dan juga langsung ke MI. Tujuannya selain untuk belajar investasi, saya jadi lebih confident untuk menerangkan produk tersebut ke masyarakat.

Saat terjadi rush kalau ga salah tahun 2005, nilai pokok dana nasabah saya termasuk saya anjlok 10%. MI kemudian melakukan sosialisasi ke masyarakat bahwa dana pokok mereka tidak akan berkurang asalkan tidak dicairkan sekarang saat nilai obligasi lagi jatuh. Toh saat obligasi tersebut jatuh tempo penerbit obligasi akan membayar nilai pokok 100%. Jadi nilai pokok nasabah beserta returnya akan dicairkan bertahap sesuai jatuh tempo beberapa obligasi yang telah dibeli MI.

Sosialisasi tersebut dilakukan dengan mengundang seluruh nasabah dalam suatu pertemuan. Hasilnya? Sebagian besar tetap mencairkan dananya. Di kantor saya hanya saya dan seorang nasabah yang kebetulan mantan kepala Bank dan aware dengan investasi yang tidak mencairkan dananya. Nasabah ada yang kehilangan mencapai ratusan juta rupiah. Padahal kalau mau mengikuti aturan RD yang sebenarnya dananya akan kembali walaupun secara bertahap.

Tidak sampai 1 tahun sebagian besar dana RD saya telah ditransfer ke rekening, dan Juni 2007 dana telah kembali + 108% (pokok + bunga).

Bulan Juni 2004 saya juga nempatin dana di RD saham. Ini sih cuma coba-coba jadi ditempatin dikit aja sembari belajar. Sempat nilai investasi saya naik tapi tahun 2005 (saat rush RD besar-besaran) nilai dana saya anjlok 20% (anjloknya memang lebih besar karena RD saham risikoya juga lebih besar). Karena memang investasi untuk jangka panjang dan juga sebagai ajang coba-coba, saya biarin aja nilainya turun toh saya rugi bila saya cairkan saat itu kalau ga dicairkan masih ada potensi naik. Tahu ga sekarang nilainya sudah naik lebih dari 100% !!!.

Enaknya di RD kita bisa invest dengan dana yang terbatas. Anak saya –kk Falya- sudah saya kenalkan dikit-dikit ke RD. Jadi waktu Lebaran Idul Fitri Falya dapet duit banyak nih dari mama. Papa dan oma karena puasanya full 1 bulan. Nah dananya sebanyak 500 rb tsb saya tempatin di RD saham atas nama Falya qq nama saya, dan setiap bulan Falya bisa memantau dananya dari nota laporan dana yang dikirim tiap bulan.

Kesimpulan

Benar seperti kata Pak Freddy P dan juga Robert K, bahwa jika mau berinvestasi, kita harus mengerti kemana dana kita diputar. Kita pun harus ikut mengamati perkembangannya. Semua investasi pasti berisiko hanya saja risiko tersebut dapat diminimalisir jika kita memiliki pengetahuan sehingga kita dapat mengelola risiko tersebut.

Investasi di pasar modal memang perlu dimasyarakatkan. Saya sendiri dalam memasarkan produk RD di kantor saya 90% saya belajar sendiri dari internet dan buku. Kantor hanya sekitar 10% saja. Saya rasa di tempat lain banyak tenaga pemasar yang tidak membekali diri dengan pengetahun memadai sehingga pengetahun yang sampai ke masyarakat juga sepotong-sepotong yang bisa menimbulkan perbedaan persepsi.

Sejauh ini saya baru belajar (dan berinvestasi) tentang RD. Saya kepingin banget belajar tentang saham, option, warran. Teorinya sih tau ya tapi mekanisme bekerjanya saya belum paham karena belum terjun langsung. Ada yang bisa membantu saya???

Widifayra
http://widyafayra.blogspot.com
Email : widifayra@yahoo.co.id
HP : 08195551188 /081388027272

Labels: , ,

posted by Widifayra @ 8:44 am  
0 Comments:

Post a Comment

<< Home
 

LANGSING & SEHAT

TOKO BAJU ONLINE

TOKO BAJU ONLINE

RAHASIA RUMAH GRATIS

RAHASIA RUMAH GRATIS

KLIK DISINI RAHASIA MENDAPATKAN RUMAH GRATIS !!! GRATIS E-BOOK SENILAI Rp.200.000,- PERSEDIAAN TERBATAS !!!

BINGUNG MENGATUR KEUANGAN ANDA???

CHECK UP FINANCIAL

SOLUSINYA DISINI !!!

About Me

Widya Astuti's Profile
Widya Astuti's Facebook profile

Click My Profile Picture To See Me @ FACEBOOK

Name: Widifayra
Home: Pos Pengumben, Kb. Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
About Me: Nama saya Widya Astuti, biasanya dipanggil WIDI. FAYRA adalah gabungan nama 2 putri saya(FAlya-12 th dan khaYRA6 th). Lulusan PTN di Bogor dan pernah bekerja di salah satu Bank Swasta di Jakarta sebagai marketing kredit. Saat ini sebagai WAHM (Work At Home Mom), berbisnis untuk lebih mengembangkan potensi diri...dengan dukungan rekan-rekan yang super hebat di komunitas TDA.
Email: widifayra@yahoo.co.id
Kategori
Previous Post
Links
Bisnis
Kesehatan
Pendidikan
Comments

count webpage visits
Aku Langsing




Member of

JOIN TDA

Rekan TDA