FalyaNow my-Falya is... Lilypie Kids birthday PicAnd my-Khayra is...
Tulisan di blog ini hanya merupakan sharing dari saya. Tidak bermaksud menggurui siapapun. Jika bermanfaat, alhamdulillah. Jika tidak sesuai dengan pendapat Anda, saya mohon maaf dan agar dilupakan saja. Terima kasih...
PENTINGNYA MENABUNG & INVESTASI
Thursday, November 17, 2011
PENTINGNYA MENABUNG & INVESTASI
Bang bing bung yokkita ke bank
Bang bing bung yok kita nabung
Tang ting tung yok jangan dihitung

Tahu-tahu kita nanti dapat untung



Ini lagunya tante Titiek Puspa, lagu anak-anak supaya mereka gemar menabung. Lagu ini sudah lama tapi kenapa masih banyak orang yang susah menabung.


Saya sudah terbiasa melihat ibu saya menabung dari saya kecil. Dari menabung itulah, saat saya kelas 2 SMP ibu sudah bisa beli rumah BTN tipe 36/150 yang jaraknya saat itu jauuuhhh dari kota. Katanya tempat jin buang anak. Padahal sih cuma sekitar 13 km dari pusat kota tapi saat itu tahun 1986 sudah jauh banget. Waktu sudah dibeli belum langsung ditempatin karena ibu kudu nabung lagi untuk menambah area belakang untuk bikin pagar (awalnya pagar bamboo yang murah). Awalnya tidak terbayang ibu bisa membeli rumah, maklum ibu saya hanya guru SMAN dan single parent.


Saat saya SMP saya dibekali uang yang mana selama 1 bulan saya tidak boleh minta lagi. Uang itu untuk jajan + Transport ke sekolah by angkot (kalau di Makassar namanya pete-pete). Dari uang jajan itu saya bisa menyisihkan untuk beli jeans atau baju yang sesuai selera saya. Seingat saya sejak itu saya selalu membeli baju dari hasil menabung uang jajan. Maklum duit ibu saya terbatas saat itu. Penghasilan ibu hanya dari mengajar (SMAN, SMP Swasta, Bimbingan test) dari jam 7 pagi - 9 malam. Bukan main pengorbanan ibu saya (Semoga Allah menempatkan beliau di tempat paling indah di sana. Aamiin…). Taraf hidup kami baru meningkat sejak ibu berdagang baju dari Jakarta (Makanya jadi pedagang saja, rejeki pasti lebih besar daripada jadi pegawai hehe…).


Menabung jadi kebiasaan saya sampai sekarang. Tapi saya sudah membuktikan manfaatnya. Apalagi sejak saya kenal investasi. Kadang heran kalau ada yang mengeluh ke saya kekurangan duit, tiap bulan minus. Padahal saya tahu persis gajinya berapa kadang sama dengan kami bahkan kadang jauh lebih besar. Tapi memang gaya hidupnya yang ga nahan. Ga juga sih mewah tapi kadang barang yang tidak diperlukan dibeli juga sekalipun dengan nyicil. Tolong ya nyicil… Apalagi pakai kartu kredit yang bunganya sampai 3.5%/bulan!!! Tapi yang dari teman kantor saya yang notabene orang bank, yang selalu kasih nasihat ke debitur, yang tahu hitung-hitungan investasi, trus temen kantor suami, keluarga, banyaaaaakkkk...…yang ga bisa nabung. Akhirnya tersiksa sendiri di akhir bulan.


Hhmm… ini pesan ibu saya yang berkaitan dengan uang: "Saat Anda punya uang lebih orang lain tidak perlu tahu dan saat Anda tidak punya uang orang lain pun tidak perlu tahu". Tahu maksudnya??? Artinya saat Anda punya duit lebih ga perlu dipamer dalam artian bela beli macam macam sampai akhirnya semua orang tahu Anda lagi banyak duit, tapi saat ga punya duit orang lain juga tahu karena Anda sibuk pinjam kesana kemari.


Kami membeli rumah pertama kami saat saya hamil anak pertama. Saat itu usia pernikahan kami 7 bulan dan suami saya sudah bekerja selama 1 tahun 8 bulan (di kantor yang sekarang) dan ± 7 bulan di kantor sebelumnya. Rumah BTN di Balikpapan saat itu kami beli seharga Rp. 21 jt. Rumah standar banget tipe 36/120. Keunggulannya letaknya di tengah kota. Hanya 3km dari kantor papi. Sebelumnya kami juga ngontrak selama 7 bulan di komplek ini jadi sudah kenal dengan tetangga. Rumahnya masih ga layak tinggal, kecil banget jadi langsung kami bongkar sedikit dan ditambah full ke belakang dan samping. Duitnya dari mana ya? Gini, setamat kuliah saya membawa pulang duit sebanyak Rp.12 jt. Duit itu dari hasil tabungan saya. Setiap bulan sejak saya kuliah tingkat 2, saya dikasih 100rb (IDR) dari bapak saya (walau sudah divorced dengan ibu saya). Terkadang saya dikasih juga dari Oom. Atau kelebihan uang bulanan dari ibu saya (waktu saya kuliah penghasilan ibu sudah cukup mapan dari berdagang). Saya lulus tahun 1998 saat krismon dan suku bunga melonjak jadi 70%/tahun. Waktu itu saya langsung kerja di bank Panin Makassar dan saya menyimpan duit saya di deposito selama 9 bulan (September 98-Juni 99). Duit saya melonjak jadi 18,3 juta ditambah dari nabung sebagian gajiku dan gaji papi, akhirnya kami bisa membeli rumah seharga 21jt + renovasi 25jt. Tadinya hitung-hitungan tukang langganan kantor, biaya renovasi hanya 12.5 juta, ternyata melonjak 100%. Untungnya pembangunan berjalan lambat selama 10 bulan baru selesai, jadi kami bisa mengumpulkan duit lagi. Duit renovasi kami sebenarnya hanya 20jt, ibu saya nyumbang 5jt untuk pasang lantai keramik (Thanks a lot mom…I love u so much…miss u like crazy…hiks…).
 

Selama 2 tahun berumah tangga kami memakai motor butut papi dari jamannya SMA kali’ yang dikirim ke Balikpapan. Kemana-mana kami bertiga naik motor. Pernah suatu waktu pulang dari dokter hujan deras jam 9 malam dan kami pulang bertiga dengan motor dengan memakai jas hujan. Saat ibu saya tahu, kami dipaksa beli mobil. Saya menolak karena duit kami masih sedikit. Ibu saya meminjamkan duitnya seraya mengatakan bayarnya bisa kapan aja. Waduh berat sekali waktu itu, tapi ibu saya terlalu sayang cucunya ga tega kalau kehujanan. Kami membeli mobil Feroza tahun 1994 (jadi umur mobil itu saat kami beli sekitar 7th). Alhamdulillah beberapa bulan setelah mobil itu dibeli, saya diterima kerja di Bank Bumiputera (sekarang namanya ICB Bumiputera). Mobil itu juga berjasa waktu saya harus test kesana kemari sambil menitipkan anak kami –falya- di kantor papi. Waktu saya kerja, seluruh gaji saya ditambah gaji papi langsung dipakai untuk membayar utang keibu. Ibu saya sudah melarang, toh saya sebagai anak tunggal tidak bakal ada yang keberatan. Tapi saya ga betah punya utang. Ga sampai 2 tahun utang kami lunas. Setelah utang kami lunas, seluruh gaji saya dipakai untuk investasi. Setiap bulan saya setor ke berbagai bank biar saya ga tengok2. Di kantor saya juga saya membuka tabungan anak. Tahun 2004 ada penawaran rumah dekat rumah kami, tanahnya lebih luas type 40/140. Harganya Rp. 140jt. Dp 30% sekitar 45 juta. Intip2 deposito saya di bank lain, dijumlahkan eh ternyata nyampe 45jt walau receh demi receh hehe….Saya cairkan deposito di BTN, tabungan anak di kantor saya dan bank lain. Saya berani cairkan tabungan anak karena ini rumah ke-2 dalam artian membeli rumah ini untuk investasi. Anak saya masih 4 tahun. Untuk biaya kuliah masih lama. Kalau sudah SMA tidak boleh mencairkan tabungan investasi anak karena menjual rumah terkadang butuh waktu sementara jadwal kuliah sudah di ambang pintu. Alhamdulillah jadilah kami membeli rumah ke-2 kami. Masih nyicil sih, cuma 1jt/bulan. Rumah itu saya kontrakkan. Harga pasar rumah itu sekarang sekitar 350-400jt.


Kebetulan di kantor saya memegang bagian tabungan dan investasi. Waktu itu baru mulai diperkenalkan Reksadana dan kantor kami jadi salah satu agent. Sayalah yang bertanggung jawab untuk itu. Belum ada pelatihan dari kantor so biar pede masarin produknya saya belajar sendiri via internet di kantor papi, sekaligus saya invest di situ. Semakin mendalami semakin tahu dan semakin yakin invest di reksadana.


Tahun 2007 kami pindah ke Jakarta. Rumah pertama kami dijual. Sebenarnya harga pasarnya 160jt namun karena yang beli tetangga pas di samping rumah yang baiiiikkkk banget ke keluarga kami saya lepas dengan 140jt. Rumah itu laku bulan Agustus 2007. Bulan November 2007 saya membeli franchise salon MOZ5. Total dengan sewa ruko, renovasi dll habis 150-an juta, memakai duit hasil penjualan rumah. Alhamdulillah salon berjalan baik, sudah balik modal dan sudah memberikan keuntungan (Sayangnya karena sesuatu dan lain hal memasuki tahun ke-5 salon saya lepas ke franchisornya. Saya ingin meniti bisnis sendiri yang sesuai dengan passion saya. Insya Allah jalannya mulus seperti selama ini. Aamiin).


Hasil dari salon saya pakai untuk membeli dinar, reksadana, LM, dll. Yah diputer-puterin aja. Selain hobby ternyata menghasilkan. Kebiasaan menabung tiap bulan dari hasil usaha dan gaji papi masih kami tabung, investasi dll. Tidak ada kata boros. Namun bukan berarti kita tidak bersenang2. Semuanya bisa kita jalankan. Investasi, bela beli, jalan2 asal sesuai dengan persentase dari penghasilan yang sudah kita patok. Dari gaji, honor mengajar, kelebihan duit SPJ semua perlakuan sama : semuanya kami buatkan persentase. Memang persentase untuk investasi masih lebih besar karena kami bercita-cita agar anak2 bisa kuliah di luar negeri. Juga budget untuk uang sekolah dan les persentasenya juga besar. Pendidikan sama saja dengan investasi. Yah kira2 sesuailah dengan kebutuhan. Pokoknya semua untuk anak-anak. Anak2 juga kami ajarkan untuk tidak boros. Kami hampir tidak pernah gonta ganti gadget. HP, laptop kami beli seperlunya. Kami bahkan tidak pernah menjual HP lalu diganti yang baru karena bagi kami selama HP tsb masih bagus dan masih sesuai kebutuhan kami ya tetap dipakai. HP diganti saat sudah rusak atau baterainya sudah aus atau fiturenya dah ga sesuai lagi. Sering ada yang nanya pin BB saya dan saya jawab saya tidak pakai BB. Eh ditanya balik, koq ga pakai BB? Please deh bukannya ga sanggup beli BB. Sampai saat ini fiturenya BB tidak terlalu kami butuhkan. Saya tetap tidak terpengaruh untuk beli sampai akhirnya muncul android yang kebetulan fiturenya sesuai dengan keinginan saya, ya saya belilah Experia Sony Ericson. Papi juga baru2 ini beli Samsung tablet karena butuh saat rapat dengan berbagai pihak. It’s ok kami beli, kebetulan dananya ada, dan bukan nyicil lho.


Bagaimana dengan anak-anak? Walaupun anak saya yang pertama bersekolah di SMP RSBI yang notabene sebagian besar anak orang berada, hampir ¾ di kelasnya memakai BB, saya tetap tidak bergeming untuk membelikan. Bahkan walaupun anak saya sanggup membeli sendiri saya tetap tidak membolehkan. Justru saya khawatir dengan BBM. Namanya anak SMP, dengan sms saja mereka betah ngobrol apalagi dengan BBM yg unlimited. Kapan belajarnya? Bagi saya lebih banyak mudharatnya. Kalau sms saya bisa membatasi dengan menjatah dana untukpulsa. Anak2 juga saya ajar untuk bisa menahan diri, tidak gampang terpengaruh dengan lingkungan. Kalau memang belum butuh kenapa harus membeli. Demi gengsi? Tinggalkanlah gengsi. Apalagi bila membelinya dengan nyicil, duh mau bergaya padahal belum mampu. No way. Alhamdulillah selama kami menikah kami hanya pernah menyicil rumah di bank dan mobil di ibu saya. Yang masih berjalan ya nyicil rumah. Kalau barang konsumtif, tidak pernah sekalipun kami nyicil. Untuk apa ‘menyumbang’ bank? Harusnya kita memikirkan bagaimana duit yang ada bisa berkembang, bukan malah sebaliknya. 


Demikianlah sharing saya tentang menabung dan investasi. Sama sekali tidak bermaksud narsis. Hanya sharing agar semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya menabung dan investasi. Mengutip kata-kata bijak pak Jamil Azzaini sang motivator sukses mulia: 


“Yang pasti, gengsi menjadikan banyak orang hidupnya merana sedangkan investasi menjadikan kehidupan kita semakin lama semakin bergengsi. So, mari kita berinvestasi dan kuburlah gengsi!”


Widifayra 
MAU TURUN BERAT BADAN??? MAU LANGSING???

Labels: , , , ,


posted by Widifayra @ 5:45 pm   3 comments
REKSADANA, ALTERNATIF INVESTASI (II)
Monday, March 10, 2008
REKSADANA, ALTERNATIF INVESTASI (II)

Lanjut ya sharing reksadananya...

Prosedure Pembelian Unit Reksadana

  1. Datang ke kantor MI, isi form pembukaan rekening dan form pembelian unit. Sebelum memilih produk reksadana apa yang akan dibeli, Anda wajib membaca procpectus maupun bertanya langsung ke petugas marketing.
  2. Transfer dana yang akan anda investasikan ke rekening perusahaan MI pada bank custodian yang ditunjuk. Ingat, perusahaan tidak pernah menerima dana investasi secara tunai karena keseluruhan dana disimpan di bank custodian.
  3. Serahkan form transfer asli ke MI dan MI akan memberikan copy form pembelian unit.
  4. Setelah itu pulang aja..he..he.. karena bank custodian akan menerbitkan konfirmasi pembelian yang akan dikirim ke alamat nasabah maksimal t+7. Nota konfirmasi itulah yang akan jadi bukti penempatan dana Anda pada perusahaan MI, kayak buku tabungan gitu lho...

Note: Saya sendiri belum pernah datang ke perusahaan MI. Untuk penempatan dana, saya langsung transfer ke rekening MI, setelah itu form pembelian unit dan bukti transfer dikirim ke alamat Mi via tiki. Tapi sebelumnya fax dulu ya, biar bisa langsung dibukukan, paling lambat 1 hari setelah transfer. Paling lambat 7 hari kemudian nota konfirmasi sudah datang ke alamat saya. Ohya, form pembelian biasanya sudah jauh hari saya minta dikirim ke alamat saya biasanya sekali ngirim 10 form. Jadi kalau tiba2 ada dana lebih mau diinvest bisa langsung dilakukan dari rumah saja. Praktis kan? Mungkin ada yang nanya, cara kayak gini aman ga? Menurut saya tergantung perusahaan MI-nya. Pilih MI yang sudah punya nama, berpengalaman dan sudah dipercaya masyarakat. Cara seperti ini sudah saya jalani sejak tahun 2003 lho, bahkan sejak saya bermukim di Balikpapan dimana belum ada perusahaan securitas di sana jadi semuanya penempatan langsung ke Jakarta, dan aman-aman saja tuh...dana saya sudah bolak-balik keluar masuk.

Prosedure Penjualan Unit Reksadana

  1. Datang ke kantor MI lalu isi form penjualan unit.
  2. Serahkan form penjualan unit (Asli) ke petugas marketing.
  3. Udah deh, lalu pulang...
  4. Beberapa jam kemudian petugas pencairan dana akan menelpon Anda untuk konfirmasi penjualan unit Anda beserta no rekening penampung dana pencairan. Rekening penampung harus sama dengan rekening yang Anda tulis di form pencairan dan form pembukaan rekening.
  5. Bila form penjualan unit diterima sebelum jam 11 maka dana akan dicairkan hari itu juga dengan patokan NAV hari sebelumnya. Jika lewat jam 11 dana akan dicairkan keesokan harinya dengan patokan NAV pada hari sebelumnya.
  6. Dana akan masuk ke rekening Anda pada t+2 hari kerja (bila rekening Anda sama dengan Bank custodian) tapi bila berbeda biasanya dana masuk rekening t+3 hari kerja.

Note: Kalau ga mau repot, fax lalu kirim aja form penjualan unit (Asli) ke alamat perusahaan MI, dan prosedure selanjutnya sama dengan di atas.

Batas Maksimal dan minimal penempatan

Tiap-tiap MI menerapkan batas penempatan dana yang berbeda-beda. Di MI "X" tempat saya berinvestasi, ada produk yang investasi awal minimal 50 jt, ada yang 10 jt, ada yang hanya 250 rb. Investasi selanjutnya biasanya hanya 250 rb. So tanyakan saja pada MI pilihan anda atau paling gampang buka websitenya aja...

Pengalaman Saya

Saya mulai mengenal reksadana sejak saya ikut memasarkan RD melalui kantor saya. Saya pun ikut menempatkan dana saya melalui bank dan juga langsung ke MI. Tujuannya selain untuk belajar investasi, saya jadi lebih confident untuk menerangkan produk tersebut ke masyarakat.

Saat terjadi rush kalau ga salah tahun 2005, nilai pokok dana nasabah saya termasuk saya anjlok 10%. MI kemudian melakukan sosialisasi ke masyarakat bahwa dana pokok mereka tidak akan berkurang asalkan tidak dicairkan sekarang saat nilai obligasi lagi jatuh. Toh saat obligasi tersebut jatuh tempo penerbit obligasi akan membayar nilai pokok 100%. Jadi nilai pokok nasabah beserta returnya akan dicairkan bertahap sesuai jatuh tempo beberapa obligasi yang telah dibeli MI.

Sosialisasi tersebut dilakukan dengan mengundang seluruh nasabah dalam suatu pertemuan. Hasilnya? Sebagian besar tetap mencairkan dananya. Di kantor saya hanya saya dan seorang nasabah yang kebetulan mantan kepala Bank dan aware dengan investasi yang tidak mencairkan dananya. Nasabah ada yang kehilangan mencapai ratusan juta rupiah. Padahal kalau mau mengikuti aturan RD yang sebenarnya dananya akan kembali walaupun secara bertahap.

Tidak sampai 1 tahun sebagian besar dana RD saya telah ditransfer ke rekening, dan Juni 2007 dana telah kembali + 108% (pokok + bunga).

Bulan Juni 2004 saya juga nempatin dana di RD saham. Ini sih cuma coba-coba jadi ditempatin dikit aja sembari belajar. Sempat nilai investasi saya naik tapi tahun 2005 (saat rush RD besar-besaran) nilai dana saya anjlok 20% (anjloknya memang lebih besar karena RD saham risikoya juga lebih besar). Karena memang investasi untuk jangka panjang dan juga sebagai ajang coba-coba, saya biarin aja nilainya turun toh saya rugi bila saya cairkan saat itu kalau ga dicairkan masih ada potensi naik. Tahu ga sekarang nilainya sudah naik lebih dari 100% !!!.

Enaknya di RD kita bisa invest dengan dana yang terbatas. Anak saya –kk Falya- sudah saya kenalkan dikit-dikit ke RD. Jadi waktu Lebaran Idul Fitri Falya dapet duit banyak nih dari mama. Papa dan oma karena puasanya full 1 bulan. Nah dananya sebanyak 500 rb tsb saya tempatin di RD saham atas nama Falya qq nama saya, dan setiap bulan Falya bisa memantau dananya dari nota laporan dana yang dikirim tiap bulan.

Kesimpulan

Benar seperti kata Pak Freddy P dan juga Robert K, bahwa jika mau berinvestasi, kita harus mengerti kemana dana kita diputar. Kita pun harus ikut mengamati perkembangannya. Semua investasi pasti berisiko hanya saja risiko tersebut dapat diminimalisir jika kita memiliki pengetahuan sehingga kita dapat mengelola risiko tersebut.

Investasi di pasar modal memang perlu dimasyarakatkan. Saya sendiri dalam memasarkan produk RD di kantor saya 90% saya belajar sendiri dari internet dan buku. Kantor hanya sekitar 10% saja. Saya rasa di tempat lain banyak tenaga pemasar yang tidak membekali diri dengan pengetahun memadai sehingga pengetahun yang sampai ke masyarakat juga sepotong-sepotong yang bisa menimbulkan perbedaan persepsi.

Sejauh ini saya baru belajar (dan berinvestasi) tentang RD. Saya kepingin banget belajar tentang saham, option, warran. Teorinya sih tau ya tapi mekanisme bekerjanya saya belum paham karena belum terjun langsung. Ada yang bisa membantu saya???

Widifayra
http://widyafayra.blogspot.com
Email : widifayra@yahoo.co.id
HP : 08195551188 /081388027272

Labels: , ,


posted by Widifayra @ 8:44 am   0 comments
REKSADANA, ALTERNATIF INVESTASI (I)
Thursday, March 06, 2008
REKSADANA, ALTERNATIF INVESTASI (I)
Bingung mau posting apalagi di blog. Kepikiran ntuk sharing pengalaman saya ikut reksadana. Sebenarnya penjelasan rinci tentang reksa dana bisa dilihat di http://www.perencanakeuangan.com/ by Safir Senduk.

Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi yang dilakukan secara kolektif (bersama-sama), dan investasi ini dikelola oleh sebuah perusahaan manager investasi. Kurang lebihnya begini kalau kita mau ikutan investasi di pasar modal misalnya mau beli saham perusahaan yang sudah go public (biasanya di belakang nama perusahaan ada tulisan Tbk yang artinya terbuka, misalnya PT. XYZ, Tbk) biasanya dana yang diperlukan cukup besar apalagi saham perusahaan besar. Pembelian minimal bisa puluhan, ratusan bahkan milyaran Rupiah. Nah masa sih masyarakat yang belum punya dana besar ga bisa ikut membeli saham perusahaan tersebut. Oleh karena itu melalui reksadana inilah kita bisa ikutan beli saham ataupun obligasi.

Gimana caranya???
Belinya lewat Manajer Investasi (perusahaan Securities seperti Trimegah Securities. Manulife, Mandiri, dll-bisa dilihat di harian Bisnis Indonesia atau di http://www.infovesta.com/). Manajer investasi sebelumnya udah beli saham, obligasi, deposito yang berasal dari dana mereka sendiri atau sponsor, lalu dikemas dalam berbagai macam produk yang dirasakan akan memberikan hasil optimal. Yang penting sebelum membeli bacalah Prospektus dari masing-masing produk. Prospektus ini diterbitkan tiap bulan.


Pada umumnya produk reksa dana dibagi dalam 4 jenis, mungkin nama jenis produk berbeda antara perusahaan tapi pada prinsipnya sama :

  1. Reksa Dana Saham yakni Reksa Dana dimana sebagian besar dana dialokasikan ke saham (70-90%) dan hanya sebagian kecil (30-70%) dialokasikan ke obligasi. Pemilihan jenis saham atau obligasi diatur sepenuhnya oleh MI. Reksa Dana Saham dianggap bisa memberikan potensi keuntungan paling besar namun potensi risikonya juga paling besar. Tentu berlaku prinsip high risk high return toch…
  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap yakni reksa dana di mana sebagian besar dana dialokasikan ke dalam surat berharga yang memberikan pendapatan tetap, yaitu obligasi. Potensi return yang diberikan Reksa Dana Pendapatan Tetap biasanya dibawah Reksa Dana Saham, namun demikian, risikonya dianggap lebih kecil daripada Reksa Dana Saham.
  3. Reksa Dana Campuran. Alokasi dana biasanya secara sama rata ke dalam saham dan obligasi. Risikonya lebih besar daripada Reksa Dana Pendapatan Tetap, tapi lebih kecil daripada Reksa Dana Saham.
  4. Reksa Dana Pasar Uang. Alokasi dana dalam produk-produk Pasar Uang seperti Deposito, SBI, dan Obligasi Jangka Pendek. Potensi keuntungannya jauh lebih kecil dari ketiga reksa dana di atas.
Nah mungkin ada yang nanya potensi keuntungannya berapa sih??? Untuk itu kita perlu melihat history dari hasil kerja MI yang tertuang dalam prospectus, atau bisa juga dilihat di http://www.infovesta.com/. Sstt.. Penting nih.. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Jadi tahun depan bisa saja perolehannya beda, bisa lebih tinggi atau lebih rendah.


Mekanisme kerja reksadana ?
MI ini kan membeli sejumlah saham, obligasi dan deposito. Misalnya total nilainya 5 Milyar. Nilai ini akan dibagi ke dalam unit penyertaan yang nilai awalnya biasanya Rp.1.000,- (NAV). Jadi total UP = 5 jt UP yang kemudian dijual kepada masyarakat. Karena 1 unit penyertaan= Rp.1.000 maka kalau kita punya duit Rp.5jt beli reksadana X misalnya, jumlah unit kita = 5.000.000/1.000 = 5.000 UP. NAV ini bergerak setiap hari bisa naik kalau nilai saham atau obligasi yang terkandung dalam reksadana X naik atau sebaliknya. Asumsikan naik sehingga nilai 5 Milyar tadi naik jadi 5.1 Milyar. So NAV menjadi 5.100.000.000/5.000.000 UP = 1.020. Jika jumlah unit yang kita beli tadi sebanyak 5.000 unit, berarti dana kita telah naik menjadi 5.000 x 1.020 = Rp.5.100.000,-.
Yah kurang lebih begitulah perhitungannya. Perubahan NAV semua produk reksadana dapat dilihat di infovesta. Kadang-kadang kalu ga sempat, saya lihat aja perkembangan IHSG di TV. Biasanya nih untuk yang RD dengan kandungan saham di dalamnya perkembangan dana disitu indikatornya dari IHSG (Index Harga Saham Gabungan). Kalau IHSG naik, NAV RD saham naik juga. Kenapa ? Ya karena RD saham umumnya membeli saham-saham bagus (Blue Chip) dan perhitungan IHSG berdasarkan kenaikan/penurunan saham terbesar di bursa.


Apakah Reksadana memberika imbal hasil tetap setiap bulan seperti deposito??? <span class="fullpost">
Jawabnya tidak. Hasil investasi dilihat dari kenaikan NAV. Kalau deposito return yang diperoleh setiap bulan sesuai yang tercantum dalam bilyet deposito pada tanggal yang sudah ditentukan. Kalau RD ya tergantung dari kenaikan NAV. Kalau nilai NAV saat kita jual unit lebih besar dari nilai NAV saat kita beli berarti nilai investasi kita naik. Misalnya nih contoh kasus tadi saat beli nilai NAV = 1.000 kita dapat unit penyertaan 5.000. Nah bulan depan misalnya NAV jadi 1.050 so dana kita menjadi 1.050 x 5.000 = Rp.5.250.000,-. Ada kenaikan dana Rp.250.000. Bisa ga 250 rb ini ditarik? Ya bisa aja yakni dengan menjual unit kita equivalen senilai Rp.250.000. Tapi kadang MI menerapkan aturan pengenaan charge jika kita menjual unit <> 1 tahun. Tapi masyarakat boleh menarik dana pokoknya kapan saja. Perusahaan biasanya punya dana cadangan untuk nalangin dana yang dicairkan sembari menjual obligasi di pasar. Tapi kalau banyak yang narik dananya mau ga mau perusahaan harus menjual obligasi berapapun harga obligasi tersebut di pasar. Nah kalau harga obligasi di pasar turun otomatis perusahaan rugi dong kalau nombokin. Akhirnya masyarakat yang narik dananya ikut mengikuti penurunan harga obligasi alias dana pokoknya jadi tergerus.

Labels: , ,


posted by Widifayra @ 6:01 pm   0 comments
Let's Go To BEI
Tuesday, February 05, 2008
Let's Go To BEI
Sudah saya ceritakan bahwa saya lagi tertarik banget dengan saham. Wow ini memang mengasikkan. Ada analisa pasar, ada hitung-hitungan, sangat dinamis. Belajar saham memang sudah lama masuk dalam target saya namun ga sempat karena waktu itu masih focus dengan kerjaan kantor. Setelah resigned tertutup lagi oleh kesibukan membuka bisnis salon. Untuk sementara saya masuk saham lewat reksadana saham dulu sembari belajar. Semangat saya bangkit lagi setelah membaca blog Pak Ryad Kusuma. Mo sharing dengan Pak Ryad agak segan ya, Pak Ryad kan sibuk banget, masih TDB suami istri tapi masih sempat mengelola 3 toko retail. Tak disangka saat saya blogwalking ke dapurnyavita eh ternyata beliau fund manager. Ketemu mba vita baru sekali sih yakni saat mengikuti workshop Membuat Blog di Mangga 2 Square 2 bulan y.l. Rupanya Mestakung bekerja. Di Milad saya ketemu mb Vita saat registrasi dan akhirnya duduk dampingan selama acara Milad, bertiga dengan mb Sukma. Cerita punya cerita, mb Vita ternyata sesama alumni dari PTN yang sama dan satu jurusan pula sama saya hanya selisih 2 tingkat. Jadilah tambah akrab. Wah senang banget karena ternyata mb Vita mantan karyawan perusahaan securities selama 10 th. Pantesan beliau jago banget invest di saham. Saya dikasih info tempat pelatihan bagi junior kayak saya. Sayangnya untuk bulan februari ini diadakan tanggal 2 padahal saya juga ada training salon di Depok. Mestakung tenyata masih bekrja. Dua hari lalu di kompas ada iklan dari BEI tentang sekolah pasar modal gratis. Buru2 saya telpon ke BEI namun pendaftaran untuk tingkat basic sudah tutup. Saya ditawarin untuk tingkat intermediate, eh ternyata bisa daftar lho padahal yang tertera di website BEI yang boleh ikut level intermediate hanya bagi yang sudah mengikuti level basic. Memang sih di level basic hanya pengetahuan umum tentang pasar modal, saham dan reksadana yang sedikit banyak saya sudah tahu. Jadi kebutuhan saya memang untuk level intermediate… Tuh kan Allah memang sudah atur semuanya sesuai dengan kebutuhan kita. Saya baru kebagian training dibulan April 08 karena untuk bulan ini sudah tutup. Ga apa2, saya tahu Allah masih suruh saya urus salon dulu dalam 3 bulan ini sampai benar2 running. Saya yakin di Bulan April bisnis salon sudah semakin untung…tung…tung… jadi saya bisa membagi pikiran saya ke bidang lain. Selain itu freshfund yang akan dialokasikan untuk invest saham baru ada di bulan April. Mau tahu dana dari mana??? He..he.. saya juga ga tahu, lagipula itu urusan Allah yang ngatur. Urusan saya hanya belajar dan cari info semampu saya. Ini saja sudah membuat saya very excited. Ok, Let’s Go to BEI…

Labels: , , ,


posted by Widifayra @ 8:28 am   0 comments

LANGSING & SEHAT

TOKO BAJU ONLINE

TOKO BAJU ONLINE

RAHASIA RUMAH GRATIS

RAHASIA RUMAH GRATIS

KLIK DISINI RAHASIA MENDAPATKAN RUMAH GRATIS !!! GRATIS E-BOOK SENILAI Rp.200.000,- PERSEDIAAN TERBATAS !!!

BINGUNG MENGATUR KEUANGAN ANDA???

CHECK UP FINANCIAL

SOLUSINYA DISINI !!!

About Me

Widya Astuti's Profile
Widya Astuti's Facebook profile

Click My Profile Picture To See Me @ FACEBOOK

Name: Widifayra
Home: Pos Pengumben, Kb. Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
About Me: Nama saya Widya Astuti, biasanya dipanggil WIDI. FAYRA adalah gabungan nama 2 putri saya(FAlya-12 th dan khaYRA6 th). Lulusan PTN di Bogor dan pernah bekerja di salah satu Bank Swasta di Jakarta sebagai marketing kredit. Saat ini sebagai WAHM (Work At Home Mom), berbisnis untuk lebih mengembangkan potensi diri...dengan dukungan rekan-rekan yang super hebat di komunitas TDA.
Email: widifayra@yahoo.co.id
Kategori
Previous Post
Links
Bisnis
Kesehatan
Pendidikan
Comments

count webpage visits
Aku Langsing




Member of

JOIN TDA

Rekan TDA