FalyaNow my-Falya is... Lilypie Kids birthday PicAnd my-Khayra is...
Tulisan di blog ini hanya merupakan sharing dari saya. Tidak bermaksud menggurui siapapun. Jika bermanfaat, alhamdulillah. Jika tidak sesuai dengan pendapat Anda, saya mohon maaf dan agar dilupakan saja. Terima kasih...
SELAMAT JALAN IBU.....
Thursday, January 07, 2010
SELAMAT JALAN IBU.....

Ibuku Hj. Hanifah Binti Mattu lahir di Enrekang, 30 Mei 1942. Bekerja sebagai seorang guru Bahasa Indonesia di SMA Neg 1 Makassar sejak1977 hingga pensiun tahun 2004.


Ibu hanya mempunyai satu orang anak yakni saya Widya Astuti yang lahir tahun 1974 di Jakarta. Sejak tahun 1977 ibu sudah menjadi single parent hingga akhir hayatnya. Status ibu sebagai single parents memacu ibu bekerja lebih giat agar saya-anaknya- tidak dianggap remeh oleh orang lain yang mempunyai orang tua lengkap. Penghasilan yang pas-pasan sebagai guru negeri memaksa ibu mencari tambahan penghasilan dengan mengajar di SMA swasta a.l. SMA KCK, SMP KCK, SMP Bonerate dan mengajar bimbingan test diberbagai lembaga. Praktis setiap hari ibu mengajar mulai pagi hari jam 7.00 hingga jam 21.00. Panas dan hujan tetap tidak dihiraukan ibu. Dengan mengendarai sepeda motor bebek Yamaha keluaran 1979 ibu kesana kemari mengais rezeki.


Disela-sela mengajar, ibu juga membuat es mambo yang dititipkan di warung dekat rumah. Masih ingat banget saya yang saat itu kelas V SD kebagian tugas mengikat es mambo dan mengantarkan ke warung. Sempat saat itu tersebersit rasa malu saat mengantar es tersebut ke warung. Maklum teman main dekat rumah rata-rata orang berkecukupan dibanding saya. ‘Bisnis’ ibu saya yang lain adalah menjual emas dengan kredit. Tugas saya yang paling menyebalkan adalah menagih angsuran karena pelanggan ibu hobby menunggak angsuran.


Disela-sela kesibukan ibu mencari nafkah, ibu sangat memperhatikan pendidikan saya. Sekalipun saya keluaran SDN yang tidak terkenal, tapi saya mampu keluar sebagai juara umum dan bisa menembus SMPN 6 Makassar. Begitu juga saat masuk SMA, saya berusaha keras belajar agar bisa menembus SMAN 1 Makassar tempat ibu mengajar. Setiap ujian ibu rajin mengumpulkan soal-soal tahun-tahun sebelumnya untuk saya pelajari dan akhirnya NEM saya saat lulus SMP mencapai 48,.. (rata-rata 8) dan alhamdulillah sukses menembus SMAN 1 tanpa harus ‘urus sana-sini’. Begitulah saya juga akhirnya bisa lulus di IPB berkat jalur PMDK. Inget banget saat akan berangkat ke Bogor, ibu nangis dan menanyakan ulang apakah saya sudah mantap untuk ke Bogor.


Sejak saya pindah ke Bogor tahun 1992, ibu seorang diri di rumah dan terus berlangsung sampai tahun 2004. Tiap liburan ibu ke Bogor atau saya yang pulang ke Makassar. Tahun 1999 saya menikah dan mengikuti suami pindah ke Balikpapan. Saat saya berangkat kabarnya ibu nyaris pingsan…


Tahun 2004 ibu pensiun dan mulai sering datang ke Balikpapan, namun paling lama 6 bulan ibu balik lagi ke Makassar 4-6 bulan lalu ke Balikpapan lagi dst, sampai akhirnya kami sekeluarga pindah ke Jakarta Maret 2007.


Sejak kami pindah ke Jakarta ibu juga ikut pindah. Maklum Jakarta bisa dianggap kota ke-2 ibu setelah Makassar. Dulu semasa saya kuliah, saat menengok saya di Bogor,ibu tinggal di rumah saudara sepupu ibu di Jakarta dan menyempatkan diri kulakan barang untuk dijual di Makassar dan ini berlangsung selama 6 tahun.


Setahun pertama di Jakarta ibu tidak ada kegiatan apapun di rumah membuat ibu merasa bosan. Akhirnya saya menawarkan kegiatan berdagang seperti yang dulu dilakoni ibu namun kali ini secara online. Ibu senang banget saat kami membuka toko online omahnif.compadabulan Juli 2008. Alhamdulillah respon masyarakat sangat baik. Pelanggan ibu tersebar dari sabang sampai merauke. Kelihatan banget ibu sangat menikmati kegiatannya. Tiap hari Senin-Kamis ibu kulakan barang dan saya membantu menentukan harga dan upload foto. Tanpa lelah ibu melayani permintaan pembeli. Kadang-kadang saya sebel juga melihat ibu yang terlalu aktif. Bayangin kalau permintaan sedang banyak ibu tidak segan-segan ke TA setiap hari. Kebetulan akses ke TA dari rumah sangatlah mudah. Namun untuk orang seumuran ibu itu sangat luar biasa karena saya saja tidak sanggup ngider di TA.


Begitu seterusnya sampai kira-kira 2 bulan belakangan ini ibu mengeluh BAB-nya kurang lancar. Sebelumnya ibu tidak pernah mengeluh sakit kecuali sakit flu, sakit gigi atau sakit kepala. Suatu malam ibu membangunkan saya karena rasa sakit di perut bagian atas, sedikit di bawah ulu hati. Setelah dikerok belakangnya rasa sakitnya hilang dan ibu kembali aktif beraktifitas seperti biasanya.


Kira-kira sebulan setelah serangan pertama, ibu terkena sakit perut lagi. Kali ini ibu tidakmembangunkan aku dan mengatasisendiri dengan minum air hangat. Saya sempat marah karena tidak dibangunkan, namun begitulah ibu selalu mau mandiri.


Saat mba Surip meninggal tiba-tiba, ada artikel di Koran Kompas yang membahas ciri-ciri serangan jantung ternyata bisa juga sakit perut seperti masuk angina. Saat itu hati saya langsung deg-degan dan curiga dengan sakit perut ibu. Namun saya tidak berani untuk menceritakan kecurigaan saya kepada ibu, khawatir ibu malah shock karena selama ini selalu membanggakan dirinya sehat karena selalu aktif bekerja. Dua hari setelah membaca artikel itu ibu mengeluh sakit perut lagi. Kebetulan pikir saya saat itu ada alasan membawa ibu ke dokter jantung.

Hari Sabtu 8 Agustus 2009 pk.8 pagi, saya, ibu dan Khayra ke RS Pelni Petamburan. Saat di tempat pendaftaran sem[pat terpikir langsung mau ke dokter jantung, tapi takutnya ibu malah bertanya-tanya kenapa ke dokter jantung? Akhirnya saya memutuskan kedokter internis. Sayangnya dokternya baru datang pukul 11 dan ibu tidak mau menunggu karena kasihan dengan anak saya Falya jika pulang sekolah jam 11 sementara rumah sedang kosong. Akhirnya diputuskan ke dokter umum.


Analisa dari dokter ibu saya mengalami kram perut. Saat itu saya sempat bertanya apakah ini tidak ada indikasi penyakit jantungmengingat usia ibu yang lanjut? Dan sang dokter mengatakan tidak karena keluhan ibu saya adalah tidak lancar BAB dan perut yang tiba2 cholic. Saya juga minta diUSG saat itu tapi dokter menyarankan agar mencoba menghabiskan dulu obat yang diberikan dan bila tidak ada perkembangan baru akan dilakukan USG.


Malam hari saya tanya ibu kondisi ibu dan ibu menyatakan sakit perutnya sudah sembuh sama sekali. Oleh karenanya ketika keesokan harinya saya tidak melarang ibu ikut jalan pagi di Senayan. Yak, Minggu pagi 09 Agustus 2009 pk. 06.00 kami sekeluarga ke Senayan ikut jalan pagi sekaligus mau jalan-jalan di pameran Pasar Nova. Saat itu ibu minta kami jalan sendiri-sendiridan nanti ketemu di Pasar Nova. Saya maklum dengan sifat ibu yang ga suka dikuntit. Jam 07.00 kami sudah bareng dengan ibu. Ibu sempat mencicipi seiris kue Palembang ya ng terkenal sangat manis. Jam 9.00 kami pulang karena saya dan suamiada keperluan keBSD. Ibu sempat bilang nanti sore mau ikut lagi keSenayan saat jemput Falya yang latihan di Sanggar Ananda Senayan. Dan benar sorenya ibu ikut lagi ke Senayan, alasannya mau mencoba coto Makassar di Pasar Nova. Kami pulang pukul 17.00.


Senin pagi pk 8.00 ibu pamit mau ke Tn. Abang. Sempat saya larang tapi ibu bersikeras, kata ibu Cuma sebentar hanya mau membeli baju untuk tukang sampah dan sekaligus menukar baju yang ibu beli minggu lalu. Siang sekitar jam 12.00 ibu sudah sampai rumah sementara saya masih sibuk beresin rumah dan packing barang untuk persiapan pindah sementara karena rumah dinas yang dipakai sekarang akan direnovasi. Karena saya capek dari pagi packing barang sehingga siang itu saya tidak ngobrol dengan ibu. Biasanya setiap pulang tanah abang ibu suka nongkrong di kamar saya dan ngobrol. Saing itu saya tidur sampai sore… sekitar jam 16.30 masih setengah tidur saya dengar ibu ke kamar mau mengambil kunci depan. Ibu sudah dandan cantik. Saya Tanya mau kemana? Ke Tiki kata ibu. Ternyata ada pesanan barang. Saya larang ibu ke Tiki dan meminta Tiki JNE yang pick up ke rumah. Kata ibu ga enak karena hanya 2 kg ke Jakarta pula yang ongkos kirimnya cuma Rp.7500. tapi saya berkeras melarang ibu dan ibu nurut. Ibu lalu menelpon Tiki JNE. Sampai magrib, JNE belum juga dating dan ibu jadi gelisah karena customer sudah dijanjikan akan terima barang Selasa besok. Saya berusaha menenangkan ibu, toh JNE tutpnya jam 20.00 jadi pasti di pick up. Saya minta ibu tlp lagi ke JNE. Sekitar jam 19.00 JNE datang, ibu pun lega. Ibu kembali ke kamar menemani saya nonton TV dan bercanda dengan anak-anakku. Kebetulan suami saya lagi dinas ke NTB dan seperti biasa kalau suamisaya lagi keluar kota ibu suka nongkrong di kamar ngobrol dengan kami.


Lepas adzan Isya, ibu bilang akan ke ke kamarnya untuk sholat. Khayra sempat melarang namun seperti kebiasaan ibu paling tidak mau menunda waktu shalat. Saya pun sempat menanyakan perihal perut ibu dan ibu bilang sudah sanat sehat. Saat itu saya bersyukur berarti obatnya manjur. Tapi ibu mengeluh BABnya belum lancar. Tiba2 jam 20.00 setelah saat Isya ibu mrngrluh bagian tengah perut kembali sakit dan timbul saat ruku sholat. Sebelumnya ibu BAB encer tapi cuma sedikit. Saat itu saya piker sakit perutnya karena BAB mau keluar dan saya menyarankan ibu minum Cap Kaki Tiga atau sekalian saja ke dokter. Ibu memilih minum Cap Kaki Tiga sehingga saya segera ke Indomaret dekat rumah. Pulang dari Indomaret ibu kelihatan kesakitan sehingga saya segeramembawa ke dokter ahli endoskopi di Apotik Kimia Farma dekat rumah. Kata dokter tekanan darahnya turun tapi dokter tidak menyebutkan berapa dan diasumsikan karena menahan sakit di perut. Ibu sudah rada lemas. Tiba di rumah ibu keringat dingin dan tidak bisa angkat badan. Bahkan ibu sempat jatuh ketika akan ke kamar mandi semnetara saya lagi di kamar mau tidurkan Khayra. Dibantu tetangga saya langsung angkat ibu ke mobil menuju RS Medika Permata Hijau yang jaraknya hanya 500 meter dari rumah. Di mobil ibu kesakitan dan terus mengucap La Ilaha Illallah, Astagfirullah. Saya pun semakin panik. Setibanya di rumah sakit ibu langsung ditangani di IGD. Ternyata tekanan darah 80/60. Kata dokter dehidrasi dan gula 325 (sebelumnya ibu ga ketahuan ada gula krn ga ada keluhan). Ibu masih sadar dan ngomong baik dengan saya tapi nafasnya sudah sesak. Ibu minta saya segera menelpon Oom saya yang di Jakarta. Saat akan dipasang infus ibu gelisah sehingga tangannya diikat. Saya melihat dibantu oksigen dan alat pacu jantung, tiba2 tekanan naik 270, lalu rendah lagi dan 5 menit kemudian ibu saya pergi selama-lamanya.


Ya Allah, ibuku sudah duluan menghadap-Mu. Saat itu ga sadar saya memarahi dokter dan hanya bisa menangis meraung-raung melepaskan kesedihan di dada. Dengan tangisan saya segera menghubungi suami yang lagi dinas di NTB dan keluarga di Makassar walaupun saya sudah tidak sanggup ngomong, hanya tetanggalah yang membantu menyampaikan berita duka.


Ibu akhirnya dimakamkan di Tanah Kusir Jakarta Selatan. Satu hal yang melegakan, saya telah menjalankan pesan terakhir ibu, dan terwujud pada hari pemakamannya. Saya juga bahagia karena ternyata pemakaman Tanah Kusir cukup asri, dipenuhi rumput peking yang terpelihara. Bunga-bunga juga bermekaran di atas pusara. Mirip taman bunga. Semoga ibu bahagia dirumahnya yang baru. Doa kami selalu menyertaimu. Maafkan kami, dan terimakasih atas segala pengorbananmu padaku pada anak-anakku, pada suamiku pada keluargaku. Semoga Allah melimpahkan pahala yang berlipat ganda dan menempatkan ibu di tempat yang paling nyaman di alam barzah dan di surga kelak. Amin…



SELAMAT JALAN IBU ….



Widifayra
TOKO BAJU MODIS & BUTIK ONLINE Cutelyfashion.com
GROSIR JILBAB |KATUN PARIS omahnif.com
SALON MOZ5 PALMERAH Cutelyfashion.com

Labels:

posted by Widifayra @ 5:59 pm  
0 Comments:

Post a Comment

<< Home
 

LANGSING & SEHAT

TOKO BAJU ONLINE

TOKO BAJU ONLINE

RAHASIA RUMAH GRATIS

RAHASIA RUMAH GRATIS

KLIK DISINI RAHASIA MENDAPATKAN RUMAH GRATIS !!! GRATIS E-BOOK SENILAI Rp.200.000,- PERSEDIAAN TERBATAS !!!

BINGUNG MENGATUR KEUANGAN ANDA???

CHECK UP FINANCIAL

SOLUSINYA DISINI !!!

About Me

Widya Astuti's Profile
Widya Astuti's Facebook profile

Click My Profile Picture To See Me @ FACEBOOK

Name: Widifayra
Home: Pos Pengumben, Kb. Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
About Me: Nama saya Widya Astuti, biasanya dipanggil WIDI. FAYRA adalah gabungan nama 2 putri saya(FAlya-12 th dan khaYRA6 th). Lulusan PTN di Bogor dan pernah bekerja di salah satu Bank Swasta di Jakarta sebagai marketing kredit. Saat ini sebagai WAHM (Work At Home Mom), berbisnis untuk lebih mengembangkan potensi diri...dengan dukungan rekan-rekan yang super hebat di komunitas TDA.
Email: widifayra@yahoo.co.id
Kategori
Previous Post
Links
Bisnis
Kesehatan
Pendidikan
Comments

count webpage visits
Aku Langsing




Member of

JOIN TDA

Rekan TDA