FalyaNow my-Falya is... Lilypie Kids birthday PicAnd my-Khayra is...
Tulisan di blog ini hanya merupakan sharing dari saya. Tidak bermaksud menggurui siapapun. Jika bermanfaat, alhamdulillah. Jika tidak sesuai dengan pendapat Anda, saya mohon maaf dan agar dilupakan saja. Terima kasih...
DIKEJAR PENJUAL DAN PEMBELI RUMAH
Saturday, February 07, 2009
DIKEJAR PENJUAL DAN PEMBELI RUMAH
Sejak ikut JPI saya jadi tambah semangat mencari rumah yang sesuai criteria dari JPI. Saya pun beli beberapa buku tentang property. Banyak juga sih tambahan ilmu dari buku yang tidak saya dapatkan di JPI. Ikut JPI walaupun dengan investasi yang cukup mahal sih bagi saya, motivasi utamanya agar punya link dengan sesama pemburu property, mendengar sharing temen-temen yang udah pernah terjun langsung. Kalau materi yang disampaikan sih udah tahu dari www.rahasiarumahgratis.com sama banget koq. Yang ga ada www.rahasiarumahgratis.com hanyalah cara mendapat KPR dari bank. Lha saya kan marketing Consumer Loan (KPR, KPM, dll) dan Comersil Loan, tentunya saya jauh lebih ngerti dari si pemberi materi ha..ha…

Setelah beberapa minggu mencari property beberapa masuk dalam daftar yang disurvey salah satunya rumah yang di Depok. Rumah tsb lumayan sih pinggir jalan, ada 3 usaha yang sedang berjalan tapi cash in dari hasil usahanya hanya separuh dari besarnya angsuran jika plafon kredit sesuai dengan harga yang ditawarkan penjual untuk jangka waktu 15 tahun. Bebas banjir juga, itu yang utama bo... Nah saya email deh Mas James untuk menceritakan dan nanya kira-kira saya nawar berapa rumahnya. Sampai limit waktu yang saya janjikan ke si pemilik rumah, mas James belum balas email saya, so dengan perhitungan ‘kira-kira’ saya mengajukan penawaran sekian juta ke si penjual. Satu jam setelah saya email si penjual, James tlp dan harga yang disarankan untuk ditawar dibawah harga yang sudah saya sampaikan ke si penjual. Oh God gimana nih…

Besoknya si penjual telpon saya dan langsung setuju dengan penawaran saya. Wah saya langsung keringat dingin pasti penawaran saya kemahalan, mana dia ngejar-ngejar saya pingin cepat transaksi. Saya pun mengulur-ulur waktu dan meminta si penjual tidak terlalu berharap saya yang membeli. Tadinya karena udah naksir rumahnya saya mau bayar cash aja nanti baru saya refinance, tapi karena mungkin saya nawarnya kemahalan, saya pun meminta penjual bersabar dengan alasan mau mengajukan KPR. Malesnya ngajuin KPR di Jakarta karena AO-nya ada di kantor pusat, cabang hanya collect data, ini dari hasil survey saya ke Bank Mandiri dan Permata, 2 bank yang menurut saya bunganya cukup murah. Akhirnya jalan pintas minta tolong temen di kantor lama untuk taksasi rumah tsb pakai independent appraisal.

Di saat yang sama saya pun sedang menawarkan rumah saya yang di Balikpapan. Di Balikpapan dulu kami sempat beli rumah yang menurut kami lokasinya cukup bagus karena di tengah kota dan harganya cukup terjangkau. Baru setahun miliki rumahnya, baru…aja di kasih pagar eh kami pindah ke Jakarta. Untungnya begitu pindah, sodara sepupu saya mo ngontrak rumah itu. Besarnya sewa saya sesuaikan dengan plafond dia di kantor yang penting rumah saya ada yang ngurus. Memang kecil sih hanya sekitar 2.5% per tahun dari harga rumah. Nah karena kami ada rencana mo beli franchise lagi yang butuh dana cukup besar, rencananya mau saya refinance. Repotnya karena jaminan di luar kota mana nilai kredit yang kecil, bank jarang yang mau. Waktu itu Mandiri Balikpapan udah nawarkan untuk top up (rumah itu masih diangsur di Mandiri Balikpapan) eh habis itu saya ga ditelpon lagi, kali AO-nya males karena debiturnya di luar kota dengan nilai kredit yang kecil. Ga nyangka sepupu saya telpon mau memperpanjang sewa yang besarnya 2 kali lipat dari biaya sewa tahun sebelumnya. Tentu saja saya setuju, suami saya apalagi. Bersamaan pula dengan itu salah satu orang yang nanya2 rumah saya mendesak saya untuk menjual rumah itu ke dia. Kasihan juga sih soalnya kontrakan dia habis minggu ini dan menurutnya di komplek rumah saya itu beberapa temennya tinggal di sana jadi saat dia bertugas di lokasi (di laut lepas) sampai 2 minggu, dia tenang ninggalin istri di rumah. Sudah saya kasih alasan dari alasan suami ga ijinkan menjual sampai sepupu yang masih nerusin kontrak, masih keukeuh nawar rumahku. Dia malah bilang kalau dalam 1 minggu saya berubah pikiran untuk jual rumah itu tolong kabarkan ke dia…

Heran juga ya di saat bersamaan saya dikejar orang untuk membeli rumahnya dan sekaligus dikejar orang agar mau menjual rumah saya… Pusing deh…

Tapi setelah didiskusikan, keputusan tetap bahwa rumah kami belum dijual dulu setidaknya dalam 2 tahun ke depan… Soal dana franchise mungkin dari sumber lain sajalah, tapi belum mantap juga nih milih franchisenya, masih ditimbang, dianalisa ROI-nya dan besarnya dana yang harus dikeluarkan...
Sekarang sih lagi ngejar rumah sekaligus dapat kredit sekaligus dapat bisnis untuk membiayai rumah itu... sesuai ajaran mas James... Tetap berusaha semoga dengan LOA semuanya bisa terealisasi... Amin...

Labels:

posted by Widifayra @ 9:29 am  
0 Comments:

Post a Comment

<< Home
 

LANGSING & SEHAT

TOKO BAJU ONLINE

TOKO BAJU ONLINE

RAHASIA RUMAH GRATIS

RAHASIA RUMAH GRATIS

KLIK DISINI RAHASIA MENDAPATKAN RUMAH GRATIS !!! GRATIS E-BOOK SENILAI Rp.200.000,- PERSEDIAAN TERBATAS !!!

BINGUNG MENGATUR KEUANGAN ANDA???

CHECK UP FINANCIAL

SOLUSINYA DISINI !!!

About Me

Widya Astuti's Profile
Widya Astuti's Facebook profile

Click My Profile Picture To See Me @ FACEBOOK

Name: Widifayra
Home: Pos Pengumben, Kb. Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
About Me: Nama saya Widya Astuti, biasanya dipanggil WIDI. FAYRA adalah gabungan nama 2 putri saya(FAlya-12 th dan khaYRA6 th). Lulusan PTN di Bogor dan pernah bekerja di salah satu Bank Swasta di Jakarta sebagai marketing kredit. Saat ini sebagai WAHM (Work At Home Mom), berbisnis untuk lebih mengembangkan potensi diri...dengan dukungan rekan-rekan yang super hebat di komunitas TDA.
Email: widifayra@yahoo.co.id
Kategori
Previous Post
Links
Bisnis
Kesehatan
Pendidikan
Comments

count webpage visits
Aku Langsing




Member of

JOIN TDA

Rekan TDA