FalyaNow my-Falya is... Lilypie Kids birthday PicAnd my-Khayra is...
Tulisan di blog ini hanya merupakan sharing dari saya. Tidak bermaksud menggurui siapapun. Jika bermanfaat, alhamdulillah. Jika tidak sesuai dengan pendapat Anda, saya mohon maaf dan agar dilupakan saja. Terima kasih...
COUPLE
Tuesday, January 27, 2009
COUPLE
Akhir-akhir ini saya lagi mempengaruhi dan menularkan semangat dan jiwa berbisnis ke suami. Sebenarnya saya pun tidak berjiwa bisnis, saya paling malas berdagang, takut resiko dll, tapi memutuskan berbisnis karena harus. Rasanya saat ini hal itulah satu-satunya jalan agar penghasilan tetap ada (setelah tidak mendapat gaji kantor yang ga seberapa he..he..), bebas dari bos, bebas menentukan waktu sehingga tetap punya banyak waktu dengan anak-anak sekaligus bisa ‘kuliah’ gratis tiap hari dari internet…Bagi saya sekarang internet adalah perguruan tinggi paling yahud, bisa dapat ilmu macem2 tanpa pendaftaran, gratis, kalau lagi bosen bisa ganti ‘pelajaran’. Wuah…bener-bener mantap. Dari belajar di internet saya bisa membuatkan toko online buat ibu saya yang notabene udah nenek-nenek tapi tetap punya kesibukan yang menghasilkan dan sangat beliau nikmati di sela-sela kesibukan ngurus cucu dan masak. Saya sendiri bisa kenalan dengan orang baru, ketemu temen lama dan sedang berusaha menjalin kerjasama bisnis lagi…Juga mencari-cari rumah ideal yang diajarkan di JPI juga lewat internet…

Suami saya seperti saya dulu sangat-sangat menikmati pekerjaan kantor, sangat excited dengan hasil yang dicapai. Kalau suami karuan ya dari kerja keras setimpal juga dengan kenaikan jenjang, lha saya dulu rasanya ga dianggap deh di kantor (wuah…kasihan deh gw). Kami bisa pindah ke Jakarta, dapat rumah dinas yang di tengah kota yang rasanya kalau harus ngontrak di lokasi dan rumah yang sama ga sanggup deh… Malah sekarang dapat beasiswa S2-MM di IPB yang membuatnya semakin sibuk… karena tetap sambil kerja. Belum lagi seringnya tugas keluar kota…

Tapi semuanya semu ya… Disaat tidak menjabat lagi, apalagi saat pension, semua fasilitas dilepas. Di komplek kami aja nih, para pensiunan udah pada dikasih surat ‘pengusiran’. Ironisnya banyak yang sampai pensiun belum punya rumah karena kantor suami dulu begitu baik, para pensiunan dibolehkan menempati rumah dinas meski usah pension samapi puluhan tahun. Karuan kalau ditinggali, eh malah dianggurin atau disuruh saudara lain yang menempati. Keterlaluan ya…

Walaupun dulu saya tidak suka bisnis tapi saya masih getol mempelajari cara mendapat penghasilan lain entah dari Reksadana, beli rumah yang kemudian dikontrakin. Tapi tentu hasilnya lebih gede kalau dikombinasikan dengan berbisnis, manalagi sudah setahun ini ga masuk di RD, lha duit saya yang disana anjlok 70%. Nah suami saya ga pernah mau tahu soal yang seperti itu mungkin karena beranggapan saya lebih tahu karena bekerja di lembaga keuangan padahal di kantor saya hanya diajarkan sedikit…. banget, saya malah dapat ilmunya dari nanya-nanya ke para pakar melalui milis di yahoogroups.

Karena masih baru terjun ke dunia yang penuh resiko saya memang hanya milih bisnis yang udah jadi, seperti salon Moz5 yang menjadi pilihan pertama saya. Untuk ini saya menganalisa dan memutuskan sendiri memilih salon sebagai bisnis pertama saya. Suami hanya mengiyakan saja, Walaupun disupport suami rasanya sebel juga karena ini kan duit bersama, ya harus dirembukkan bersama dong ya sehingga manakala ada resiko yang tak terduga, suami ga kaget lagi… Tadinya saya cuek aja jalan sendiri sambil mencari-cari peluang apalagi yang bisa dibisniskan. Pertengahan 2008 kemaren saya membuat toko online untuk ibu saya. Awalnya waktu saya masih terjun langsung menanganinya, penjualan naik pesat. Tapi sayangnya di tengah jalan saya ada masalah pribadi yang membuat saya agak trauma dengan jenis jualan ibu saya itu (apa jenis traumanya cukup saya yang tahu ya…). Waktu itu sempat parah juga karena tiap kali saya jadi gemetaran, gelisah, marah sampai konsultasi ke psikolog segala (halah..). Akhirnya saya memutuskan untuk sedikit demi sedikit membiarkan ibu saya yang menangani sendiri dan saya belajar menghilangkan trauma. Walaupun sekarang trauma masih ada tapi masih terus berusaha dan berusaha. Beruntung ibu saya sudah bisa menangani 80% tokonya, walaupun saya yakin kalau saya terjun langsung omzet akan meningkat, tapi saya masih ga sanggup…

Saya pun berpikir bahwa untuk menghilang trauma mendalam saya harus didampingi orang terdekat yang tentu saja oleh suami sendiri. Oleh karenanya sekarang saya mewajibkan suami untuk ikut memikirkan bersama-sama sumber income yang lain. Pokoknya saya ngancam kalau suami saya ga ikut mikirin, saya juga sementara stop hunting peluang… Rupanya suami masih sulit meninggalkan area kenyamanannya, memecahkan mental block. Cita-cita saya bahwa kerja kantoran suami nantinya hanya sebagai side income atau kalau bisa ga usah kerja di kantor orang lagi…(Hm… semoga…). Cukup sulit bahkan sulit banget…membuka wawasan suami agar mau mengalihkan focus kerjanya ke sumber income jangka panjang. Segala macam contoh soal he..he.. maksudnya temen-temen saya yang berhasil di kantor dan bisnis saya ceritain…

Terus terang saya memang takut dengan kenikmatan fasilitas yang mungkin membuat kami terlena, bahwa akan ada masa pensiun yang mana fasilitas tentu tidak bisa kami nikmati lagi malah nanti kami jadi beban anak-anak di masa tua … tidak lagi berkarya… Mo merintis dimasa yang tidak produktif lagi bisa sih bisa tapi dnegan hambatan yang lebih besar tentunya…

Untungnya perlahan-lahan suami sudah mulai berubah. Sekarang nih saya lagi kasih tantangan ke suami. Semoga bisa terwujud segera…Soalnya nih kalau melihat betapa semangatnya dia mengerjakan tugas kantor yang hasilnya memang kelihatan, kenapa ga diterapkan di ‘kantor’ sendiri???

Saya pun tetap mencari passive income lainnya seperti yang diajarkan di JPI. Dan yang menjadi obsesi adalah passive income dari internet nih soalnya modalnya murah… Ada juga obsesi lain hanya saja modalnya gede banget untuk ukuran saya, kalau jadi diambil seluruh tabungan terkuras di bisnis ini, jadi masih mikir-mikir nih…Yang jelas target rumah Insya Allah terwujud tahun ini. Doain ya… Amin…

Labels:

posted by Widifayra @ 10:58 am  
0 Comments:

Post a Comment

<< Home
 

LANGSING & SEHAT

TOKO BAJU ONLINE

TOKO BAJU ONLINE

RAHASIA RUMAH GRATIS

RAHASIA RUMAH GRATIS

KLIK DISINI RAHASIA MENDAPATKAN RUMAH GRATIS !!! GRATIS E-BOOK SENILAI Rp.200.000,- PERSEDIAAN TERBATAS !!!

BINGUNG MENGATUR KEUANGAN ANDA???

CHECK UP FINANCIAL

SOLUSINYA DISINI !!!

About Me

Widya Astuti's Profile
Widya Astuti's Facebook profile

Click My Profile Picture To See Me @ FACEBOOK

Name: Widifayra
Home: Pos Pengumben, Kb. Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
About Me: Nama saya Widya Astuti, biasanya dipanggil WIDI. FAYRA adalah gabungan nama 2 putri saya(FAlya-12 th dan khaYRA6 th). Lulusan PTN di Bogor dan pernah bekerja di salah satu Bank Swasta di Jakarta sebagai marketing kredit. Saat ini sebagai WAHM (Work At Home Mom), berbisnis untuk lebih mengembangkan potensi diri...dengan dukungan rekan-rekan yang super hebat di komunitas TDA.
Email: widifayra@yahoo.co.id
Kategori
Previous Post
Links
Bisnis
Kesehatan
Pendidikan
Comments

count webpage visits
Aku Langsing




Member of

JOIN TDA

Rekan TDA