FalyaNow my-Falya is... Lilypie Kids birthday PicAnd my-Khayra is...
Tulisan di blog ini hanya merupakan sharing dari saya. Tidak bermaksud menggurui siapapun. Jika bermanfaat, alhamdulillah. Jika tidak sesuai dengan pendapat Anda, saya mohon maaf dan agar dilupakan saja. Terima kasih...
Liburan keCandi Borobudur, Yogyakarta, Candi Prambanan
Sunday, July 29, 2012
Liburan keCandi Borobudur, Yogyakarta, Candi Prambanan

Liburan kenaikan kelas kali ini kami habiskan di Tegal tempat kerja pap selama 10 bulan terakhir ini. Rencananya dari tegal kami akan ke Yogyakarta/Magelang melihat Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Falya dan Khayra belum pernah melihat candi yang terkenal itu. Jangankan anak-anakku. saya pun belum pernah. Saya memang tidak terlalu suka traveling karena gampang capek dan paling malas naik mobil jarak jauh.

Beberapa kali rencana ke Yogyakarta tertunda karena pekerjaan pap di kantor. Untung hotel belum kami booking. Sudah ada sih beberapa alternatif hotel yang akan kami pilih melalui situs booking.com dan yogyes.com namun karena saya takut kondisi hotel tidak sesuai dengan yang diharapkan sehingga saya menunda untuk booking. Hotel-hotel yang sudah punya nama seperti Santika, Amaris dll sudah sold out untuk tipe kamar yang harganya terjangkau bagi kami. Budget hotel max 600r IDR/night soalnya kami pun harus membayar hotel untuk driver sekitar 200-250rb IDR/night dan kami akan menginap min 2 malam. Jadi kami ‘go show’ saja menuju Yogya. Hotel sih gampanglah nanti.

Hari Minggu pagi sekitar jam 6:30 kami berangkat menuju Magelang. Tidak lupa saya membawa bekal nasi kuning, udang goreng, ayam goreng, pisang goreng dan cemilan lainnya. Maklum diperkirakan perjalanan memakan waktu 5-6 jam, hal yang belum pernah saya dan anak-anak alami. Manalagi sejak kemarinnya saya kena migren dan berlanjut sampai berangkat ke Magelang. Alhasil sepanjang jalan aya hanya tiduran walau tidak bisa juga tidur nyenyak karena kami lupa membawa bantal.

Jam 1 siang kami tiba di Magelang dan langsung menuju Candi Borobudur. Sayangnya kami tidak bisa langsung masuk karena candi ditutup sampai dari jam 12:00-15:00 sehubungan dengaan kedatangan Presiden Chekolovaskia dan rombongan ke Candi Borobudur. Selama 2 jam kami wara-wiri saja di pelataran parkir dan area penjualan souvenir. Saya membeli 2 buah topi untuk anak-anak. Memang harus pintar menawar sampai separuh harga. Satu buah topi ukuran kecil untuk Khayra dan satu ukuran dewasa untuk Falya ditebus seharga 10rb IDR dan 15rb IDR. 


Jam 3 sore lewat pintu loket baru dibuka. Jadi orang-orang terpaksa menghabiskan lagi waktunya untuk antri. Kenapa sih loket karcis tidak tetap dibuka saja dan hanya pintu masuk saja yang ditutup sehingga tepat jam 3 saat pintu dibuka orang-orang bisa langsung masuk. Heran ya pengelolaannya masih kurang professional. Kasihan turis local ada yang dari Sumatera, Sulawesi dan banyak rombongan tour yang terpaksa membatalkan niatnya masuk ke candi karena tidak keburu waktunya. Maklum hari itu adalah hari Minggu dan sedang dalam masa liburan sekolah sehingga banyak sekali pengunjung. Betapa kecewanya mereka sudah sampai di lokasi tapi tidak bisa masuk. Oh ya harga tiket masuk 30rb IDR untuk dewasa (di atas 5 tahun) dan 12.500 IDR untuk anak di bawah 5 thn. Harga tiket untuk turis mancanegara lebih mahal.

Dari Borobudur kami menuju rumah teman pap di Magelang kota dan setelahnya kami dan teman pap sekeluarga menuju restoran K*B** T*B* untuk makan malam. Restoran ini berdiri di atas lahan milik TNI karena letaknya pun bersebelahan dengan sekolah TNI Magelang. Sebenarnya restoran ini bagus dari segi lokasi dan juga sangat luas juga dilengkapi dengan swimming pool. Sayangnya rasa makanannya kurang enak untuk kelas restoran. Hampir sama saja dengan masakan saya yang tidak pintar masak ini ^_^. Alhasil pengunjung malam itu adalah kami ber-9, satu keluarga chinese dan rombongan taruna yang baru lulus. Terasa sangat sepi karena luasnya restoran ini. Harganya sih reasonable, standarlah...

Karena sudah malam dan Khayra pun sudah tidur kami batalkan untuk langsung menuju Yogya. Pikir saya tiba di Yogya kami masih harus hunting hotel sementara kondisi kami sudah lelah. Akhirnya kami putuskan menginap di Hotel TRIO tempat pap pernah menginap waku ke Magelang. Alhamdulillah masih ada kamar tersedia bagi kami dan driver. Sayangnya hotel ini sangat jauh dari harapan. Sepertinya lebih tepat disebut guest house karena kamar kami berada di area taman. Mobil pun diparkir tepat depan kamar. Aduh sangat standar terutama kamar mandinya. Tapi karena sudah kecapekan maka kami langsung rebahan di kasur. Baru saja rebahan terdengar bunyi air menetes. Ternyata AC-nya bocor. Malam itu juga (sekitar jam 9:30 pm) AC-nya di service. Kebayang dong berisiknya alat vakumnya. Mau pindah kamar selain pihak hotel tidak menawarkan, saya pun malas angkut barang lagi. Toh besok pagi-pagi kami akan check-out. Hanya numpang tidur saja. Kekecewaan saya bertambah saat breakfast keesokan harinya. Rasa nasi gorengnya hadduhhh hambarrrr.... Memang sih harga per kamar 350rbIDR dan untuk driver 200rb IDR. Tapi di Bandung di hotel Caryota, harga segitu sudah sangat bagusss kamarnya. Breakfastnya juga enak walau hanya 2-3 macam pilihan. Bandingkan dengan saat kami di Hotel Santika Semarang. Harga kamarnya 550rb IDR tapi bagussss dan terutama breakfastnya enak-enak dan banyaaaakkkk pilihan.

After breakfast kami segera menuju Yogya. Tujuan pertama ke Pantai Parangritis. Pantainya sih bagus, ombaknya keren banget. Meskipun panas terik tapi udaranya adem. Sayangnya obyek wisata ini belum dikelola dengan baik. Tempat makan dan tempat ganti masih sangat sederhana. Belum lagi andong yang seliweran di pantai dan kotoran kuda yang dibiarkan saja di pantai tersapu ombak. Bagi turis mancanegara tentu kurang nyaman situasi seperti ini. Tidak ada satu pun turis mancanegara yang saya lihat saat saya di pantai parangritis sekitar 1.5 jam. Untuk turis local seperti saya mungkin cukuplah kondisi seperti ini tapi tentunya jika dikelola dengan lebih professional akan lebih baik. 

 

Dari Pantai Parangritis kami menuju Yogya setelah sebelumnya makan siang di restoran Jejamuran yang berada di km 10 Magelang-Yogyakarta. Review tentang restoran ini lumayan deh. Ada sate jamur, tongseng jamur, jamur penyet, sup jamur. Yah namanya juga jejamuran, semua serba jamur. Harga terjangkau di bawah 20rb-an lah, tapi porsinya dikit hehe... Ada juga music live-nya dan suara penyanyinya lumayan bagus. Di depannya ada kaleng untuk menaruh duit buat sang penyanyi.

Ohya saya sudah booking hotel di Yogya yakni hotel Pop (pophotels.com). Hotel ini baru beroperasi 2 bulan jadi masih bersih. Hotel berkonsep minimalis dan cocok untuk backpaker maupun keluarga. Saya sudah tahu info ini saat membaca di detik.com, namun saat mau booking, hotel ini penuh terutama saat weekend. Nah saat di Magelang malamnya saya teringat lagi hotel ini dan ternyata memang kosong di hari senin malam. Harganya hanya 290rb/night (included breakfast for 3 person). Untuk driver tidak ada di hotel ini (single room). Googling lagi dan ternyata ketemu hotel baru lainnya yakni eduhostel. Hotel ini hanya punya 2 jenis kamar yakni male/female dorm (berisi 1 double bed dan 2 single bed –bertingkat) dengan tariff 400rb IDR/night dan jenis kamar private dorm berisi 7 single beds (shared room) tariff 75rb IDR/night. Kayaknya ini lebih asyik namun karena sudah terlanjur bayar di hotel Pop maka driver saja yang kami bookingkan di hotel ini untuk shared room. Tiba di Hotel Pop wuih...hotelnya sangat eye catching. Didominasi warna putih, orange dan hijau. Kamarnya luas dan karena masih baru jadinya bersih... Ada satu double bed dan 1 sofa yang bisa dipakai sebagai extra bed karena panjang. Kekurangannya hanya kamar mandi yang kecil dan sedikit transparan. Sayangnya kami tidak sempat breakfast di hotel ini karena pagi-pagi kami sudah ‘ngabur’ ke Malioboro dan ke keraton. Saat balik ke hotel sudah lewat jam 10, sudah lewat jam batas untuk breakfast.

Setelah check in dan mandi kami lalu menuju Malioboro yang letaknya kurang lebih 500m dari Hotel Pop. Naik becak depan hotel 15rb menuju Malioboro. Falya sudah berniat membeli beberapa gantungan kunci untuk temannya namun batal karena harganya cukup mahal. Antara 2rb-3rb/pcs. Padahal di Borobudur kami membeli hanya seharga 1rb/pc. Saya juga membca di blog seseorang bahwa membeli souvenir sebaiknya jangan di Malioboro jika Anda memang berniat ke Candi Prambanan karena di Prambanan harga souvenir jauh lebih murah. Karena kami memang berniat ke Prambanan maka Falya mengurungkan niatnya membeli. Saya juga terpaksa membeli baju dan rok karena jeans saya hanya satu-satunya yang dipakai. Yang rencana dibawa ketinggalan di ruang seterika di Tegal. Ohya harga kaos saya perhatikan lebih murah di toko dibanding emperan. Jika di emperan harga kaos yang bagus dengan desain dibordir harganya 35rb/pc, di toko yg juga di Malioboro kami membeli seharga 29rb/pc. Sayangnya waktu kami sangat terbatas sehingga tidak sempat menjelajah Malioboro lebih banyak lagi. Satu hal lagi, saat pagi-pagi kami lagi jalan santai, beberapa abang becak menawarkan jasanya ke toko bakpia, ke toko kaos, makan gudeg dengan tariff hanya 10rb. Koq murah ya padahal dari Malioboro ke hotel saja tarifnya minimal 20rb (karena Malioboro 1 arah sehingga harus memutar). Ternyata jika abang becak mengantar kami membeli bakpia/kaos/gudeg dan kami berbelanja disitu maka mereka akan mendapat fee. Kami diantar ke bakpia 99 yang katanya baru dengan harga lebih murah. Karena tidak mengerti yang mana yang enak (saking banyaknya penjual bakpia dari no 76, 78, 25 dll) kami iyakan saja. Lagi pula kasihan jika kami tidak membeli mereka tidak mendapat fee (belakangan saya tahu dari TV bahwa yang terkenal sekarang adalah bakpia 25 dan bakpia 99 pemiliknya sama dengan bakpia 25). Saya hanya membeli 5 kotak . rencananya nanti kami akan membeli bakpia nomor yang lain (sayangnya tidak jadi karena tidak sempat hiks...).

Jam 11 kami check out dari hotel dan segera menuju Candi Prambanan. Hhmmm di Prambanan pengelolaannya lebih professional dibanding Borobudur. Dengan harga tiket yang sama namun banyak fasilitas yang diperoleh yakni mengunjungi beberapa candi kecil naik kereta kecil serta area play gound untuk anak-anak. Halamannya pun sangat asri dan luas dengan rimbunan pohon. Benar saja, harga souvenir di sini jauhhhh lebih murah. Gantungan kunci harga 10rb IDR/11 pcs. Gelang yang harganya di Malioboro 5rb, di sini dapat 2-3rb. lalu kalung anak-anak saya beli di Borobudur 2.5rb IDR, di Prambanan tanpa ditawar hanya 1rb IDR. Sendal juga dari harga 25rb ditawar dapat deh 10rb untuk sandal anak-anak, dewasa 12.5rb. Di Malioboro Falya beli harganya 20rb ga mau kurang lagi.


Dari Prambanan kami balik ke Tegal. Kami mampir dulu di Solo membeli srabi untuk camilan di jalan. Start dari Solo jam 4:30 pm dan tiba di tegal pk 12:00 pm. Mungkin bisa lebih lama tiba jika driver kami tidak canggih melewati truk-truk yang menyebabkan banyak titik-titik macet di jalan. Tiba jam 12 malam saya langsung membereskan barang-barang yang akan dibawa pulang ke Jakarta 6 jam kemudian. Yap jam 6 pagi itu kereta akan bertolak dari tegal menuju Jakarta. Kami memang harus pulang rabu pagi itu karena Rabu sore pap akan dinas ke Cilacap dan di hari Kamis langsung menuju Semarang. Kami tidak bisa ikut karena kk Falya sebagai anggota OSIS yang harus ikut mengurus MOS di hari Jumat. Tidur jam 2 pagi dan bangun 2 jam kemudian untuk persiapan ke stasiun. Alhamdulillah perjalanan lancar sampai Jakarta jam 11 siang dan saya masih sempat memberikan suara saya pada PilGub DKI Jakarta tanggal 10 juli 2012.

Liburan telah usai. Saatnya kembali ke rutinitas...

 

Widifayra
Mau Langsing dengan Nutrisi Sehat Alami?
Just klik

Labels: , , , , , , , , , , ,

posted by Widifayra @ 6:06 pm  
0 Comments:

Post a Comment

<< Home
 

LANGSING & SEHAT

TOKO BAJU ONLINE

TOKO BAJU ONLINE

RAHASIA RUMAH GRATIS

RAHASIA RUMAH GRATIS

KLIK DISINI RAHASIA MENDAPATKAN RUMAH GRATIS !!! GRATIS E-BOOK SENILAI Rp.200.000,- PERSEDIAAN TERBATAS !!!

BINGUNG MENGATUR KEUANGAN ANDA???

CHECK UP FINANCIAL

SOLUSINYA DISINI !!!

About Me

Widya Astuti's Profile
Widya Astuti's Facebook profile

Click My Profile Picture To See Me @ FACEBOOK

Name: Widifayra
Home: Pos Pengumben, Kb. Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
About Me: Nama saya Widya Astuti, biasanya dipanggil WIDI. FAYRA adalah gabungan nama 2 putri saya(FAlya-12 th dan khaYRA6 th). Lulusan PTN di Bogor dan pernah bekerja di salah satu Bank Swasta di Jakarta sebagai marketing kredit. Saat ini sebagai WAHM (Work At Home Mom), berbisnis untuk lebih mengembangkan potensi diri...dengan dukungan rekan-rekan yang super hebat di komunitas TDA.
Email: widifayra@yahoo.co.id
Kategori
Previous Post
Links
Bisnis
Kesehatan
Pendidikan
Comments

count webpage visits
Aku Langsing




Member of

JOIN TDA

Rekan TDA