FalyaNow my-Falya is... Lilypie Kids birthday PicAnd my-Khayra is...
Tulisan di blog ini hanya merupakan sharing dari saya. Tidak bermaksud menggurui siapapun. Jika bermanfaat, alhamdulillah. Jika tidak sesuai dengan pendapat Anda, saya mohon maaf dan agar dilupakan saja. Terima kasih...
Leukosit Tinggi Bisa Turun Tanpa ANTIBIOTIK
Wednesday, December 05, 2012
Leukosit Tinggi Bisa Turun Tanpa ANTIBIOTIK
Tidak bosan-bosannya saya memposting tentang antibiotik berdasarkan pengalaman saya menangani anak saya saat sakit.

Sehari sebelum Idul Adha, Khayra kembali demam yang disebabkan oleh batuk pilek yang hinggap di badan Khayra 2 hari sebelumnya.  Flunya tertular dari saya yang juga flu berat sampai suara saya nyaris tidak keluar.  Ditambah lagi 4 hari sebelumnya Khayra berenang di rumah teman saya.  Waktu itu sih Khayra belum pilek sama sekali.  Berhubung saya saat itu flu mungkin saja virusnya loncat ke tubuh Khayra yang nempel banget dengan saya.

Rabu malam Khayra mimisan dan saya segera menyumbatnya dengan daun sirih.  Walau cukup banyak namun bisa berhenti setelah saya kasih daun sirih.  Kamis pagi sebelum berangkat ke sekolah Khayra kembali mimisan.  Kali ini banyak banget sampai-sampai tissue sekotak nyaris habis.  Panik dong karena dikasih daun sirih pun tidak mempan.  Mana darahnya kental menggumpal gitu.  Akhirnya saya mencoba menghentikan darahnya dengan es batu.  Khayra sempat menolak karena dingin banget saat bunga es dari freezer saya masukkan ke lubang hidungnya.  Saya akali dengan memasukkan es tersebut ke dalam tissue lalu tissuenya saya masukkan ke lubang hidungnya.  Alhamdulillah usaha ini membuahkan hasil.  Pagi itu Khayra tetap berangkat sekolah.  Seperti biasa Khayra sudah saya berikan obat juice daun pepaya dan jamu kunyit.

Kamis sore saya membawa Khayra ke UGD karena dokter anak sudah tidak ada dan untuk menunggu besok tidak bisa juga karena Idul Adha, poliklinik tutup demikian halnya dengan klinik fisiotheraphy.  Tujuan saya membawa ke RS untuk melakukan nebulize terhadap batuk Khayra yang bunyinya sudah grok...grok... dan takutnya nanti malah membuat sesak nafas.  Seperti biasa setelah diperiksa saya minta dinebulize dan dokternya segera membuat pengantar untuk periksa darah.  Dokternya juga menanyakan apa yang dirasakan Khayra selama sakit ini.  Saya menceritakan bahwa Khayra sempat mimisan sehingga dokter pun langsung meminta pemeriksaan darah untuk mengetahui DB atau tidak.  Alhamdulillah hasil test darahnya tidak menunjukkan DB dan hanya kadar leukositnya yang tinggi yakni 15.000 dari yang normal 13.000.  Yang saya tidak sangka dokternya menawarkan untuk dirawat inap.  Whatttt????? alasannya karena kadar leukositnya tinggi.  Tentu saja saya menolak.  Jangankan dirawat inap, dikasih antibiotik aja saya ogah.  Namun tentu saja saya tidak mengatakan hal tersebut ke dokter.  Saya menolak secara halus dengan alasan besok mau Lebaran Idul Adha masa sih masuk RS? Dokter akhirnya meresepkan obat batuk dan tidak lupa ANTIBIOTIK.  Saya hanya menebus obat batuk (karena batuknya Khayra sudah kenceng banget) dan menolak antibiotik.  Kadar leukosit Khayra pernah 18.000 dan saya tetap tidak memberikan antibiotik, hanya dengan jamu kunyit dkk beserta juice daun pepaya bisa sembuh tuh dan ini sudah terjadi berkali-kali.    

Besoknya, di hari Idul Adha, Khayra sudah tidak demam walau masih batuk dan saya tetap memberikan antibiotik alami (jamu kunyit + daun sirih + kencur + jahe + jeruk + madu) berserta obat batuk dari dokter.  Juga memijat badannya dnegan oil aromatheraphy.  Demamnya saya obati dengan juice daun pepaya (juice ini juga untuk mencegah DB).  Juice daun pepaya ini tetap saya berikan walau Khayra sudah tidak demam namun masih flu/batuk.  Ini untuk mencegah DB karena disaat tubuhnya lagi kurang fit bisa saja ada nyamuk DB yang menggigit.  Jadi juice daun pepaya itu bisa membantu menaikkan daya tahan tubuhnya.  

Alhamdulillah beberapa hari kemudian Khayra sudah sehat walafiat.  Sekali lagi saya membuktikan leukosit tinggi bisa sembuh tanpa antibiotik.      

Widifayra
MAU TURUN BERAT BADAN??? MAU LANGSING???

Labels: , , , , , ,


posted by Widifayra @ 9:05 am   14 comments
Batuk Pilek Sembuh Tanpa Antibiotik
Thursday, September 06, 2012
Batuk Pilek Sembuh Tanpa Antibiotik
Untuk kesekian kalinya saya mengabaikan resep dokter yang memberikan antibiotik untuk Khayra, dan alhamdulillah Khayra bisa sehat lagi tanpa antibiotik.

Membaca detik.com tentang http://health.detik.com/read/2012/09/05/105431/2008386/775/anak-pilek-batuk-kok-dikasih-antibiotik-jangan-mau?l991101755 kembali mengingatkan saya betapa dokter (dokter anak maupun dokter umum) sering banget meresepkan antibiotik untuk anak yang kena flu (batuk pilek). Seingat saya hampir setiap kali anak saya panas karena batuk pilek pasti dikasih antibiotik kecuali dokter Waldy, SpOG yang belum pernah meresepkan obat apapun setiap kali ke sana.

Hari Kamis minggu lalu (30 Agustus 2012), sekitar jam 11:30 saya menerima telepon dari guru kelas Khayra. Khayra tidak enak badan. Ini untuk kedua kalinya sejak Khayra sekolah di sini bulan Juli yang lalu. Kali pertama sekitar awal Agustus Khayra juga pulang cepat karena agak demam. Khayra memang agak batuk karena serumah (saya dan kk Falya) juga batuk. Waktu itu sekitar jam 11 saya jemput dari sekolah dan sampai rumah langsung saya kasih juice daun pepaya+madu+jeruk nipis sebagai obat turun panas dan juga obat batuk A*t*f*d. Tak lupa jamu kunyit, kencur jahe dan sirih. Sampai malam berulang kali saya kasih obat tradisional itu dan alhamdulillah paginya Khayra sudah tidak demam dan bisa pergi sekolah walau masih pilek.

Saat saya menerima telepon Kamis yang lalu bahwa Khayra kembali tidak enak badan saya tenang saja karena pikir saya toh pasti karena batuknya lagi. Sebelum menjemput saya mampir dulu ke apotik membeli obat batuk karena kebetulan habis (kk Falya juga minum obat itu karena flu). Sampai di sekolah Khayra sudah ada di lobby bersama gurunya. Herannya Khayra nangis dan mengeluh pusing banget sehingga akhirnya Khayra saya gendong. Kata Khayra dari pagi saat kelas montessori sudah merasa pusing banget mana lagi habis montessori Khayra ada test Math. Mungkin habis itu pusingnya semakin menjadi. Di perjalanan pulang ke rumah Khayra mengeluh mual dan saya pun memberikan plastik untuk menampung jika Khayra muntah. Sepuluh menit kemudian kami sampai di rumah dan Khayra tidak juga muntah walaupun masih mengeluh mual. Saya segera mendudukkan di kursi meja makan sambil mempersiapkan obat pusing untuknya (obat pusing ini juga sekaligus obat demam. Biasanya saya hanya memberikan obat ini jika panasnya melebihi 38,5 atau jika pusing banget). Belum juga obat saya berikan, Khayra keburu muntah. Plastik yang saya berikan tidak cukup menampung karena berupa air. Setelah Khayra saya seka di kamar mandi dan membersihkan lantai dan kursi makan yang kotor terkena muntahan, saya menggendong Khayra ke kamar. Obat kembali saya berikan dan Khayra minum banyak banget. Katanya biar cepat sembuh. Alhasil Khayra kembali muntah di kasur.

Saya pun berinisiatif membawa Khayra ke Rumah Sakit. Tujuannya sih untuk mendapat pengantar ke theraphy nebulizer. Maklum bunyi dahak saat Khayra batuk semakin menjadi. Memang sih sudah seminggu batuk berdahak, tapi karena Khayra feeling well saya tidak begitu teratur memberi jamu dan mengurut badannya dengan aromatheraphy oil. Penyesalan tidak berguna memang, hikksss... Daaannn hari Kamis ini memang rencananya mau saya bawa ke dokter anak untuk minta pengantar di-nebulize. Welahdalahh memang ke dokter anak tapi Khayra sudah keburu demam. Sampai di RS, dokter anaknya sudah pulang, terpaksalah Khayra diperiksa oleh dokter umum di ruang IGD (ruang yang sejak 3 tahun terakhir saya hindari banget). Saya langsung minta Khayra dinebulize karena terlihat sesaknya sudah mulai kambuh, tapi saya menolak di ruang IGD dan minta ke ruang fisiotheraphy. Dokter juga menuliskan resep obat untuk Khayra. Setelah selesai nebu, saya lalu menebus obat di apotik. Seperti biasa saya bertanya jenis obatnya daaaannnnn.....ada ANTIBIOTIK dalam resep selain obat flu dan batuk. Saya hanya menebus obat flu (racikan) dan obat batuk M*c*p**. Khayra kembali muntah saat saya gendong menuju mobil. Alhasil baju saya bagian belakang belepotan...

Setibanya kami di rumah, saya segera memberikan obat dokter itu (tentunya setelah mengganti baju yang kotor tadi). Apa daya beberapa menit setelah memberikan obat, Khayra kembali muntah. Bingung banget. Air putih pun membuat Khayra muntah. Alhamdulillah saya ingat untuk memberikan obat anti muntah Vo*e*a. Kk Falya segera saya mintakan tolong untuk membelikan di apotik. Ternyata manjur juga. Setelah minum obat anti muntah Khayra tertidur. Masih belum ada obat apapun yang masuk ke badan Khayra. Boro-boro mau saya kasih juice daun pepaya, air putih saja langsung keluar lagi.*sambil mengelap peluh*.

Jam 8 malam Khayra saya bangunkan untuk minum obat dokter dan jamu kunyit. Jamu kunyit dkk itu memang hampir selalu ada di kulkas namun untuk Khayra malam ini saya tambahkan lebih banyak lagi air rebusan daun sirih. Tengah malam jam 2 Khayra terbangun. Badannya masih hangat. Saya check dengan thermometer masih 37.9. Bingung juga saya karena hari Jumat di sekolah ada Festival Idul Fitri yang mana saya sudah menjahitkan baju muslim baru untuk Khayra. Tentu saja Khayra akan kecewa banget jika tidak bisa sekolah. Saya pun yang menjahit bajunya kilat dalam 1 hari waktu hari Rabu (soalnya saya kira festivalnya hari kamis) kecewa juga ingin lihat Khayra pakai baju muslim di sekolah. Tadinya sudah mau menyerah mau membeli antibiotik, tapi saya berusaha tidak tergoda. Jam 3 subuh saya tawarkan ke Khayra untuk minum juice daun pepaya. Saking inginnya Khayra ke sekolah, dia menyetujui. Subuh saya keluar halaman dan memetik daun pepaya. Langsung saya buat untuk segelas. Ditambah madu dan jeruk nipis, Khayra meminumnya sebanyak 4 sdm dan juga jamu kunyit sekitar 4 sdm. Tiap 1.5 - 2jam saya kasih ramuan itu. Jam 5 pagi saya cek suhunya 37.3. Sudah turun. Untuk sarapan saya buatkan bubur ditambah telur. Untungnya Khayra mau makan walau tidak banyak. Jam 7 pagi (biasanya jam segini sudah siap-siap berangkat sekolah) Khayra minta sekolah. Saya pastikan lagi apakah dia kuat sekolah dan Khayra menyatakan kuat. Ya sudah akhirnya diputuskan Khayra sekolah dan saya akan menunggunya di sekolah. Padahal sih sekolahnya cuma 500 meter dari rumah. Kalaupun Khayra sakit dan saya ditelepon, paling lama 5 menit sudah sampai sekolah. Tapi saya tidak tega juga, so lebih lebih aman saya tunggu di sekolah saja berbekal laptop dan modem untuk mengusir kebosanan. Sampai jam 11:30 semua aman dalam artian tidak ada sms/telepon dari gurunya. Gurunya sih ga tahu kalau saya menunggu di lobby. Kelasnya Khayra dan juga acara Idul Fitri diadakan di lantai 3. Jenuh menunggu saya pulang. Handphone standby di tangan saya takut kalau gurunya telepon saya. Jam 2 saya jemput Khayra di sekolah. Alhamdulillah Khayra baik-baik saja kondisinya.

Obat batuk dan flu masih terus saya berikan sampai habis. Begitu juga dengan juice daun pepaya dan jamu kunyit. Hari Senin badannya masih sedikit hangat. Batuknya sudah berkurang dan obat dokter sudah habis. Jamu kunyit terus saya berikan sampai hari saat saya menulis blog ini. Hanya saja frekwensinya hanya 2 kali sehari. Batuknya sudah sangat berkurang. Terutama sesaknya sudah tidak lagi. Nafasnya sudah tidak bunyi. Pileknya sudah hilang dan suhunya sudah normal.

Ohya selain obat herbal, saya juga rajin memijat Khayra dengan oil aromatherapy dari anisherbal.com. Sehari bisa 3 kali. Biasanya kalau sudah mulai batuk saya pijat dengan minyak ini beserta rangkaian pengobatannya (total ada 5 jenis oil) supaya pilek dan batuknya tidak berlanjut. Tapi yah namanya manusia terkadang malas saya. Jadinya udah keburu demam baru deh kalang kabut.

 

Kembali saya membuktikan bahwa batuk pilek doang tidak perlu antibiotik. Bahkan dari obat tradisional yang baru bisa saya kasih jam 8 malam (jamu kunyit) dan jam 3 subuh (daun pepaya), jam 8 pagi Khayra bisa beraktifitas lagi. Seandainya dari pulang sekolah Khayra ga muntah dan bisa minum obat herbal itu mungkin malam sudah bisa mereda sakitnya.Yah apapun itu semua kesembuhan dari Allah SWT. Sepanjang saya memijat badannya Khayra tak lupa saya bacakan surah Al-Fatihah berulang-ulang sambil memohon kesembuhan. Saya juga mencoba mengalirkan energi alam yang pernah saya ikut workshopnya. Juga saya pencet ujung-ujung jari kaki Khayra (seperti akupuntur) yang kabarnya ujung jari kaki berhubungan dengan saluran pernafasan.

Semoga kita senantiasa bisa memberikan yang terbaik buat anak kita. Aamiin...

Ini cerita pengalaman saya saat Khayra sakit:
http://widyafayra.blogspot.com/2012/06/leukosit-turun-dengan-obat-alami.html
http://widyafayra.blogspot.com/2012/02/obat-herbal-untuk-bronchitis.html
http://widyafayra.blogspot.com/2011/07/juice-daun-pepaya-penurun-panas-alami.html
http://widyafayra.blogspot.com/2012/02/diagnosa-dokter-yang-salah.html






Mau Langsing dengan Nutrisi Sehat Alami?
Just klik

Labels: , , , , , , ,


posted by Widifayra @ 8:34 am   1 comments
Leukosit Turun Dengan Obat Alami
Thursday, June 21, 2012
Leukosit Turun Dengan Obat Alami

Kembali saya ingin menceritakan khasiat obat alami yang sudah dirasakan Khayra. 


Tiga minggu yang lalu Sabtu 27 Mei 2012 pagi hari saat bangun tidur Khayra mulai sedikit batuk. Karena batuknya hanya sesekali, saya tidak terlalu menghiraukan dan tetap pada rencana semula untuk jalan-jalan. Maklum pap baru datang semalam jadi seperti biasa Sabtu pasti dipakai jalan. Nah hari itu rencananya kami akan ke PIM setelah menjemput kk Falya yang sedang ekskul Bahasa Jepang di sekolah. Saya juga diundang pertemuan oleh sensei. Di sekolah Falya, Khayra sempat mondar mandir di lapangan yang panas dan berangin sambil menunggu saya rapat dengan sensei. Dari sekolah Falya kami meluncur ke Panglima Polim untuk makan sate yang cukup terkenal di daerah itu. Berhubung dari panglima Polim ke PIM macet banget, kami merubah tujuan ke rumah mertua saya di Pondok Gede. Sepanjang perjalanan Khayra tidur dan berlanjut sampai di rumah mertua. Ternyata Khayra demam sehingga rencana ke PIM batal dan langsung pulang ke rumah.


Karena Khayra panasnya karena batuk maka saya memberikan obat actived. Sebenarnya saya sudah beberapa bulan menghindari obat kimia, namun saya ingin Khayra cepat sembuh berhubung hari Senin kami sekeluarga akan membuat Paspor di kantor Imigrasi Jakarta Barat yang letaknya di Kota. Pembuatan paspor tidak bisa ditunda lagi karena sensei sudah akan menyerahkan ke Japan Foundation sehubungan dengan rencana keberangkatan Falya ke sana bulan Oktober. Minggu sore saya baru memberikan ramuan juice papaya kepada Khayra untuk menurunkan panasnya. Senin pagi panasnya sudah mulai turun dan karena pagi-pagi banget kami harus meluncur ke kantor Imigrasi dan demi menjaga supaya panasnya tidak menaik saat kami sedang sibuk mengurus paspor, maka pagi itu saya memberikan obat panas. Obat daun papaya tetap saya berikan. Di kantor Imigrasi Khayra sempat mimisan dan badannya sedikit hangat. Berhubung Khayra tadi mimisan sepulang dari kantor Imigrasi, saya mampir membelikan larutan penyegar cap B. Saya pun membuatkan jamu kunyit+jahe+kencur+10 lembar daun sirih untuk Khayra. Bukankah kunyit dan daun sirih adalah antibiotic alami? Saya hampir saja menyerah untuk memberikan antibiotic. Rencananya besok jika Khayra masih demam walaupun telah saya berikan antibiotic alami, maka terpaksa antibiotic kimia saya berikan. Selasa pagi suhu tubuh Khayra semakin mendekati normal dan Alhamdulillah sorenya sudah benar-benar normal walaupun masih batuk dan flu.


Berhubung Khayra selalu bersama saya maka saya pun ikut kena flu lalu menular ke kakak Falya. Saat saya mulai sembuh, kk Falya flu-nya masih berat sehingga kembali nular ke saya. Saya flu nyaris 2 minggu. Tiba –tiba kembali di hari Sabtu 9 Juni, tepat 2 minggu dari waktu Khayra demam, kembali suhu badan Khayra menaik. Herannya kali ini tanpa didahului batuk maupun pilek. Penyebabnya saya kurang tahu yang jelas Khayra demam sepulang main ke rumah tetangga di blok yang berbeda. Saya ijinkan karena sudah seminggu Khayra sehat walafiat walaupun saya dan kakaknya flu. Awalnya saya kira dia akan bermain dalam rumah tapi ternyata mereka main sepatu roda di jalanan dan baru saya ketahui saat malamnya dia bercerita. Sore itu cuaca memang mendung dan angin cukup kencang. Saya pikir mungkin masuk angin dank arena saya dan kakaknya masih flu sementara kami bertiga tidur sekamar, mungkin saja ada virus atau bakteri dormant yang pindah ke badan Khayra dan langsung bangun saat kena angin dan Khayra yang kelelahan bermain. Seperti biasa saya mengandalkan obat alami jamu, larutan penyegar dan juice daun papaya. selama hari minggu walau sedikit demam (sekitar 37-an) Khayra tetap aktif bermain di rumah.


Senin pagi kelihatannya Khayra sudah baikan dan saya tawarkan apakah mau ke sekolah. Khayra mengeluh masih pusing. Sekitar jam 9 panasnya naik mencapai 38.4. Saya masih bertahan tidak memberi obat panas dan membiarkan panas tubuhnya yang ‘membunuh’ virus atau bakteri di badannya. Jam 10 Khayra mulai merasa tidak nyaman. Terlihat dari matanya yang memerah dan merasa kedinginan. Saya memutuskan ke RS untuk periksa darah, takutnya DB karena panas kali ini tanpa disertai flu. Sebeum ke dokter saya cek suhunya sudah mencapai 38.6 sehingga saya terpaksa memberikan obat panas kimia. Karena saya peserta inhealth maka terlebih dahulu saya ke kantor untuk meminta pengantar dari dokter keluarga ke dokter spesialis anak. Saat berkonsultasi dengan dokter umum (yang masih muda banget orangnya) sang dokter menyarankan untuk memberikan obat panas jika suhunya sudah diatas 37.5, ditakutkan anak mengalami kejang. Hhmm pernyataan yang berbeda dengan yang saya pelajari di milis sehat bahwa saat anak panas, usahakan untuk tidak memberikan obat penurun panas jika anak masih terlihat ‘nyaman’ walaupun suhunya sudah mencapai 38. Biarkan panas tubuhnya yang membunuh penyakit di badannya. Saya sendiri sudah mempelajari daya tahan anak saya sehingga sampai dengan 38.4 biasanya saya masih bertahan tanpa obat penurun panas. Alhamdulillah Khayra juga tidak ada sejarah pernah kejang. Setelah mengantongi surat rujukan untuk tes lab dank e dokter spesialis, kami segera meluncur ke RS. MPH. Alhamdulillah hasil test darah trombositnya bagus dan test DBnya dengan ig juga negative. Hanya leukositnya yang tinggi menunjukkan adanya infeksi. Biasanya disebabkan bakteri dana dokter akan memberikan antibiotic. Benar saja dokter memberikan antibiotic dan obat flu/batuk karena katanya saluran pernafasannya terlihat meradang. Hati saya menolak memberikan antibiotic dan mencoba tetap mencoba antibiotic dari daun sirih dan kunyit juga oil aromatheraphy. Hanya obat flu/batuk yang saya berikan.


Senin malam (berarti sudah 2x24), Khayra masih demam hanya saja sudah di bawah 38.6, mungkin sekitar 38.3 tapi Khayra sudah tidak gelisah sehingga saya tidak lagi memberikan obat penurun panas kimia kecuali juice daun papaya. Larutan penyegar dan jamu/antibiotic alami tetap saya berikan per 2 jam. Saat Khayra tertidur, saya sempat nangis dan memohon pada Allah SWT agar Khayra-ku kembali sehat tanpa antibiotic. Tengah malam Khayra terbangun untuk pipis dan saya yang susah untuk kembali tidur iseng membuka facebook. Kebetulan saya membuka postingan seseorang yang menuliskan tentang kekuatan energy. Saya kemudian masuk ke link-nya. Postingan di web itu membangkitkan kembali ingatan saya akan kekuatan energy, kekuatan pikiran yang bisa menyembuhkan penyakit. Dulu saya pernah ikut pelatihan energy reiki sekitar 6 tahun lalu. Tapi saya malas latihan jadi sensitifitas menarik energinya tidak terasah. Apa yang saya pelajari dulu pada dasarnya sama saja dengan berbagai ilmu tentang energy, tentang Low of Attraction, kekuatan pikiran, quantum ikhlas dll yang lagi marak belakangan ini. Tidak ada salahnya saya coba terapkan ke Khayra di tengah kepasrahan saya malam itu. Saya lalu membayangkan menyalurkan energy ke badan Khayra dan energy tsb membersihkan badan Khayra, darah Khayra sehingga kembali bersih. Saya fokuskan ke bagian tenggorokan yang kata dokter meradang. Saya melakukan sampai kemudian saya tertidur.


Pagi harinya badan Khayra berkeringat walau masih demam sekitar 37.6. Alhamdulillah, yang jelas kata Khayra,” Feel better, Mommy”. Saya masih melanjutkan dengan memberikan jamu antibiotic, larutan penyegar, teh hangat, oil aromatheraphy dan juice daun pepaya serta obat pilek (saya pakai actived). Siangnya suhu badan Khayra semakin membaik dan malamnya sudah normal ke angka 35-36. Syukur tak terkira, Khayra kembali bisa melewatkan penyakit ini tanpa antibiotic.


Saya ingat waktu bulan Maret, Khayra juga demam dan hasil pemeriksaan leukositnya 14rb dari normal max 13rb. Waktu itu saya ke dokter B dai RS.MPH dan dikasih antibiotic. Waktu itu saya masih meyakini bahwa bila terjadi peradangan karena bakteri (ditandai dengan tingginya leukosit) maka pengobatan harus dengan antibiotic. Ternyata keyakinan saya terbantahkan karena Khayra bisa sembuh tanpa antibiotic padahal leukositnya mencapai 18rb.


Saya tidak tahu Khayra sembuh karena memang sudah waktunya sembuh alami (di hari ke-3), atau karena obat alami yang saya berikan atau karena energy yang saya salurkan. Yang jelas apapun itu, semua karena Allah SWT yang sudah menyembuhkan Khayra. Alhamdulillah...


Widifayra

Mau Langsing dengan Nutrisi Sehat Alami?
Just klik

Labels: , , , , , , , , , , , ,


posted by Widifayra @ 11:26 pm   0 comments

LANGSING & SEHAT

TOKO BAJU ONLINE

TOKO BAJU ONLINE

RAHASIA RUMAH GRATIS

RAHASIA RUMAH GRATIS

KLIK DISINI RAHASIA MENDAPATKAN RUMAH GRATIS !!! GRATIS E-BOOK SENILAI Rp.200.000,- PERSEDIAAN TERBATAS !!!

BINGUNG MENGATUR KEUANGAN ANDA???

CHECK UP FINANCIAL

SOLUSINYA DISINI !!!

About Me

Widya Astuti's Profile
Widya Astuti's Facebook profile

Click My Profile Picture To See Me @ FACEBOOK

Name: Widifayra
Home: Pos Pengumben, Kb. Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
About Me: Nama saya Widya Astuti, biasanya dipanggil WIDI. FAYRA adalah gabungan nama 2 putri saya(FAlya-12 th dan khaYRA6 th). Lulusan PTN di Bogor dan pernah bekerja di salah satu Bank Swasta di Jakarta sebagai marketing kredit. Saat ini sebagai WAHM (Work At Home Mom), berbisnis untuk lebih mengembangkan potensi diri...dengan dukungan rekan-rekan yang super hebat di komunitas TDA.
Email: widifayra@yahoo.co.id
Kategori
Previous Post
Links
Bisnis
Kesehatan
Pendidikan
Comments

count webpage visits
Aku Langsing




Member of

JOIN TDA

Rekan TDA