FalyaNow my-Falya is... Lilypie Kids birthday PicAnd my-Khayra is...
Tulisan di blog ini hanya merupakan sharing dari saya. Tidak bermaksud menggurui siapapun. Jika bermanfaat, alhamdulillah. Jika tidak sesuai dengan pendapat Anda, saya mohon maaf dan agar dilupakan saja. Terima kasih...
Batuk Pilek Sembuh Tanpa Antibiotik
Thursday, September 06, 2012
Batuk Pilek Sembuh Tanpa Antibiotik
Untuk kesekian kalinya saya mengabaikan resep dokter yang memberikan antibiotik untuk Khayra, dan alhamdulillah Khayra bisa sehat lagi tanpa antibiotik.

Membaca detik.com tentang http://health.detik.com/read/2012/09/05/105431/2008386/775/anak-pilek-batuk-kok-dikasih-antibiotik-jangan-mau?l991101755 kembali mengingatkan saya betapa dokter (dokter anak maupun dokter umum) sering banget meresepkan antibiotik untuk anak yang kena flu (batuk pilek). Seingat saya hampir setiap kali anak saya panas karena batuk pilek pasti dikasih antibiotik kecuali dokter Waldy, SpOG yang belum pernah meresepkan obat apapun setiap kali ke sana.

Hari Kamis minggu lalu (30 Agustus 2012), sekitar jam 11:30 saya menerima telepon dari guru kelas Khayra. Khayra tidak enak badan. Ini untuk kedua kalinya sejak Khayra sekolah di sini bulan Juli yang lalu. Kali pertama sekitar awal Agustus Khayra juga pulang cepat karena agak demam. Khayra memang agak batuk karena serumah (saya dan kk Falya) juga batuk. Waktu itu sekitar jam 11 saya jemput dari sekolah dan sampai rumah langsung saya kasih juice daun pepaya+madu+jeruk nipis sebagai obat turun panas dan juga obat batuk A*t*f*d. Tak lupa jamu kunyit, kencur jahe dan sirih. Sampai malam berulang kali saya kasih obat tradisional itu dan alhamdulillah paginya Khayra sudah tidak demam dan bisa pergi sekolah walau masih pilek.

Saat saya menerima telepon Kamis yang lalu bahwa Khayra kembali tidak enak badan saya tenang saja karena pikir saya toh pasti karena batuknya lagi. Sebelum menjemput saya mampir dulu ke apotik membeli obat batuk karena kebetulan habis (kk Falya juga minum obat itu karena flu). Sampai di sekolah Khayra sudah ada di lobby bersama gurunya. Herannya Khayra nangis dan mengeluh pusing banget sehingga akhirnya Khayra saya gendong. Kata Khayra dari pagi saat kelas montessori sudah merasa pusing banget mana lagi habis montessori Khayra ada test Math. Mungkin habis itu pusingnya semakin menjadi. Di perjalanan pulang ke rumah Khayra mengeluh mual dan saya pun memberikan plastik untuk menampung jika Khayra muntah. Sepuluh menit kemudian kami sampai di rumah dan Khayra tidak juga muntah walaupun masih mengeluh mual. Saya segera mendudukkan di kursi meja makan sambil mempersiapkan obat pusing untuknya (obat pusing ini juga sekaligus obat demam. Biasanya saya hanya memberikan obat ini jika panasnya melebihi 38,5 atau jika pusing banget). Belum juga obat saya berikan, Khayra keburu muntah. Plastik yang saya berikan tidak cukup menampung karena berupa air. Setelah Khayra saya seka di kamar mandi dan membersihkan lantai dan kursi makan yang kotor terkena muntahan, saya menggendong Khayra ke kamar. Obat kembali saya berikan dan Khayra minum banyak banget. Katanya biar cepat sembuh. Alhasil Khayra kembali muntah di kasur.

Saya pun berinisiatif membawa Khayra ke Rumah Sakit. Tujuannya sih untuk mendapat pengantar ke theraphy nebulizer. Maklum bunyi dahak saat Khayra batuk semakin menjadi. Memang sih sudah seminggu batuk berdahak, tapi karena Khayra feeling well saya tidak begitu teratur memberi jamu dan mengurut badannya dengan aromatheraphy oil. Penyesalan tidak berguna memang, hikksss... Daaannn hari Kamis ini memang rencananya mau saya bawa ke dokter anak untuk minta pengantar di-nebulize. Welahdalahh memang ke dokter anak tapi Khayra sudah keburu demam. Sampai di RS, dokter anaknya sudah pulang, terpaksalah Khayra diperiksa oleh dokter umum di ruang IGD (ruang yang sejak 3 tahun terakhir saya hindari banget). Saya langsung minta Khayra dinebulize karena terlihat sesaknya sudah mulai kambuh, tapi saya menolak di ruang IGD dan minta ke ruang fisiotheraphy. Dokter juga menuliskan resep obat untuk Khayra. Setelah selesai nebu, saya lalu menebus obat di apotik. Seperti biasa saya bertanya jenis obatnya daaaannnnn.....ada ANTIBIOTIK dalam resep selain obat flu dan batuk. Saya hanya menebus obat flu (racikan) dan obat batuk M*c*p**. Khayra kembali muntah saat saya gendong menuju mobil. Alhasil baju saya bagian belakang belepotan...

Setibanya kami di rumah, saya segera memberikan obat dokter itu (tentunya setelah mengganti baju yang kotor tadi). Apa daya beberapa menit setelah memberikan obat, Khayra kembali muntah. Bingung banget. Air putih pun membuat Khayra muntah. Alhamdulillah saya ingat untuk memberikan obat anti muntah Vo*e*a. Kk Falya segera saya mintakan tolong untuk membelikan di apotik. Ternyata manjur juga. Setelah minum obat anti muntah Khayra tertidur. Masih belum ada obat apapun yang masuk ke badan Khayra. Boro-boro mau saya kasih juice daun pepaya, air putih saja langsung keluar lagi.*sambil mengelap peluh*.

Jam 8 malam Khayra saya bangunkan untuk minum obat dokter dan jamu kunyit. Jamu kunyit dkk itu memang hampir selalu ada di kulkas namun untuk Khayra malam ini saya tambahkan lebih banyak lagi air rebusan daun sirih. Tengah malam jam 2 Khayra terbangun. Badannya masih hangat. Saya check dengan thermometer masih 37.9. Bingung juga saya karena hari Jumat di sekolah ada Festival Idul Fitri yang mana saya sudah menjahitkan baju muslim baru untuk Khayra. Tentu saja Khayra akan kecewa banget jika tidak bisa sekolah. Saya pun yang menjahit bajunya kilat dalam 1 hari waktu hari Rabu (soalnya saya kira festivalnya hari kamis) kecewa juga ingin lihat Khayra pakai baju muslim di sekolah. Tadinya sudah mau menyerah mau membeli antibiotik, tapi saya berusaha tidak tergoda. Jam 3 subuh saya tawarkan ke Khayra untuk minum juice daun pepaya. Saking inginnya Khayra ke sekolah, dia menyetujui. Subuh saya keluar halaman dan memetik daun pepaya. Langsung saya buat untuk segelas. Ditambah madu dan jeruk nipis, Khayra meminumnya sebanyak 4 sdm dan juga jamu kunyit sekitar 4 sdm. Tiap 1.5 - 2jam saya kasih ramuan itu. Jam 5 pagi saya cek suhunya 37.3. Sudah turun. Untuk sarapan saya buatkan bubur ditambah telur. Untungnya Khayra mau makan walau tidak banyak. Jam 7 pagi (biasanya jam segini sudah siap-siap berangkat sekolah) Khayra minta sekolah. Saya pastikan lagi apakah dia kuat sekolah dan Khayra menyatakan kuat. Ya sudah akhirnya diputuskan Khayra sekolah dan saya akan menunggunya di sekolah. Padahal sih sekolahnya cuma 500 meter dari rumah. Kalaupun Khayra sakit dan saya ditelepon, paling lama 5 menit sudah sampai sekolah. Tapi saya tidak tega juga, so lebih lebih aman saya tunggu di sekolah saja berbekal laptop dan modem untuk mengusir kebosanan. Sampai jam 11:30 semua aman dalam artian tidak ada sms/telepon dari gurunya. Gurunya sih ga tahu kalau saya menunggu di lobby. Kelasnya Khayra dan juga acara Idul Fitri diadakan di lantai 3. Jenuh menunggu saya pulang. Handphone standby di tangan saya takut kalau gurunya telepon saya. Jam 2 saya jemput Khayra di sekolah. Alhamdulillah Khayra baik-baik saja kondisinya.

Obat batuk dan flu masih terus saya berikan sampai habis. Begitu juga dengan juice daun pepaya dan jamu kunyit. Hari Senin badannya masih sedikit hangat. Batuknya sudah berkurang dan obat dokter sudah habis. Jamu kunyit terus saya berikan sampai hari saat saya menulis blog ini. Hanya saja frekwensinya hanya 2 kali sehari. Batuknya sudah sangat berkurang. Terutama sesaknya sudah tidak lagi. Nafasnya sudah tidak bunyi. Pileknya sudah hilang dan suhunya sudah normal.

Ohya selain obat herbal, saya juga rajin memijat Khayra dengan oil aromatherapy dari anisherbal.com. Sehari bisa 3 kali. Biasanya kalau sudah mulai batuk saya pijat dengan minyak ini beserta rangkaian pengobatannya (total ada 5 jenis oil) supaya pilek dan batuknya tidak berlanjut. Tapi yah namanya manusia terkadang malas saya. Jadinya udah keburu demam baru deh kalang kabut.

 

Kembali saya membuktikan bahwa batuk pilek doang tidak perlu antibiotik. Bahkan dari obat tradisional yang baru bisa saya kasih jam 8 malam (jamu kunyit) dan jam 3 subuh (daun pepaya), jam 8 pagi Khayra bisa beraktifitas lagi. Seandainya dari pulang sekolah Khayra ga muntah dan bisa minum obat herbal itu mungkin malam sudah bisa mereda sakitnya.Yah apapun itu semua kesembuhan dari Allah SWT. Sepanjang saya memijat badannya Khayra tak lupa saya bacakan surah Al-Fatihah berulang-ulang sambil memohon kesembuhan. Saya juga mencoba mengalirkan energi alam yang pernah saya ikut workshopnya. Juga saya pencet ujung-ujung jari kaki Khayra (seperti akupuntur) yang kabarnya ujung jari kaki berhubungan dengan saluran pernafasan.

Semoga kita senantiasa bisa memberikan yang terbaik buat anak kita. Aamiin...

Ini cerita pengalaman saya saat Khayra sakit:
http://widyafayra.blogspot.com/2012/06/leukosit-turun-dengan-obat-alami.html
http://widyafayra.blogspot.com/2012/02/obat-herbal-untuk-bronchitis.html
http://widyafayra.blogspot.com/2011/07/juice-daun-pepaya-penurun-panas-alami.html
http://widyafayra.blogspot.com/2012/02/diagnosa-dokter-yang-salah.html






Mau Langsing dengan Nutrisi Sehat Alami?
Just klik

Labels: , , , , , , ,

posted by Widifayra @ 8:34 am  
1 Comments:

Post a Comment

<< Home
 

LANGSING & SEHAT

TOKO BAJU ONLINE

TOKO BAJU ONLINE

RAHASIA RUMAH GRATIS

RAHASIA RUMAH GRATIS

KLIK DISINI RAHASIA MENDAPATKAN RUMAH GRATIS !!! GRATIS E-BOOK SENILAI Rp.200.000,- PERSEDIAAN TERBATAS !!!

BINGUNG MENGATUR KEUANGAN ANDA???

CHECK UP FINANCIAL

SOLUSINYA DISINI !!!

About Me

Widya Astuti's Profile
Widya Astuti's Facebook profile

Click My Profile Picture To See Me @ FACEBOOK

Name: Widifayra
Home: Pos Pengumben, Kb. Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
About Me: Nama saya Widya Astuti, biasanya dipanggil WIDI. FAYRA adalah gabungan nama 2 putri saya(FAlya-12 th dan khaYRA6 th). Lulusan PTN di Bogor dan pernah bekerja di salah satu Bank Swasta di Jakarta sebagai marketing kredit. Saat ini sebagai WAHM (Work At Home Mom), berbisnis untuk lebih mengembangkan potensi diri...dengan dukungan rekan-rekan yang super hebat di komunitas TDA.
Email: widifayra@yahoo.co.id
Kategori
Previous Post
Links
Bisnis
Kesehatan
Pendidikan
Comments

count webpage visits
Aku Langsing




Member of

JOIN TDA

Rekan TDA